Friday, 18 June 2021


Lebaran, Ketupat dan Aneka Pendampingnya

12 May 2021, 06:14 WIBEditor : Yulianto

Ketupat dan aneka lauk pendamping | Sumber Foto:dok. istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Ketupat menjadi icon tersendiri saat Hari Raya Idul Fitri. Tanpa ketupat, Lebaran ibarat hampa dan ngga afdal. Makanan khas Lebaran yang berasal dari beras dan dibungkus daun kelapa ini memang yang paling banyak diburu.

Meski saat tidak Lebaran, ketupat juga banyak dijajakan pedagang. Misalnya, dalam masakan ketupat sayur Betawi, kupat tahu Magelang, ketupat sayur Padang, Ketoprak Cirebon dan berbagai menu lainnya. Namun saat Hari Kemenangan setelah umat Islam menjalankan Ibadah Puasa selama sebulan, makan ketupat ada rasa yang berbeda dengan berbagai ragam lauknya.

Mengapa mengapa ketupat menjadi makanan wajib dan populer saat Lebaran? Konon dulu saat masa Sunan Kalijaga menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa, ketupat menjadi simbolisasi permintaan maaf. Hal tersebut akhirnya berlanjut menjadi tradisi yang ada di tengah masyarakat untuk menyajikan ketupat saat Lebaran. Bagi kaum muslimin, Lebaran adalah momen terbaik untuk saling maaf memaafkan.

Ternyata ketupat tidak hanya dikenal di Indonesia, tapi juga beberapa negara di Asia Tenggara seperti Malaysia, Brunei, dan Singapura. Ketupat yang ada di beberapa negara tersebut memiliki bentuk yang berbeda-beda. Sementara di Indonesia ada beberapa bentuk ketupat, salah satunya adalah ketupat bawang, karena dibuat berbentuk bawang. Ketupat ini paling sering dijumpai. Selain bentuknya cukup unik, cara membuatnya juga mudah.

Lauk Teman Ketupat

Setiap wilayah di Tanah Air mempunyai menu tersendiri sebagai teman makan ketupat. Di Ibukota Jakarta, masyarakat Betawi biasanya makan ketupat dengan lauk semur daging. Semur yang rasanya manis, gurih dan sedikit pedas akan menggugah selera semua orang. Bahkan sebagian masyarakat betawi yang membuat semur dengan daging kerbau.

Biasanya ada yang menambahkan dengan sayur godog. Sayur yang didominasi dengan papaya muda, tapi ada juga yang menggunakan labu ini memang tak bisa dipisahkan dengan ketupat. Sayur yang dimasak dengan santan ini memiliki rasa gurih, asin dan sedikit pedas. Kadang ditambah irisan tempe, teri dan pete untuk menambah aroma khas sayur godog.

BACA JUGA:

Tauco Sambal Pelengkap Opor di Hari Kemenangan

Gulai Ayam Kampung di Hari yang Fitri

Namun ada juga masyarakat yang menghidangkan ketupat dengan lauk opor ayam. Beberapa cerita menyebutkan opor ayam awalnya berasal dari Jawa. Namun sekarang masakan dengan santan kental ini telah menjadi makanan masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Masing-masing daerah memodifikasi dengan variasi bumbu dan rasanya.

Selain opor sebagai teman ketupat di meja makan, lauk lain yang biasa tersaji adalah sambal kentang goreng. Jika kita mengetik ‘sambal kentang goreng’ di laman pencarian Google, ada lebih dari 2,300 resep yang bisa didapatkan. Dengan perpaduan kentang goreng, hati dan ampela yang lezat, makanan ini memang menjadi santapan yang digemari banyak orang.

Sementara itu  masyarakat di Medan,  gulai nangka menjadi peneman ketupat. Kuliner khas Lebaran yang satu ini juga cukup populer di kota Medan dan sekitarnya. Dengan potongan nangka muda digabungkan dengan daging iga atau ceker serta kacang panjang dan santan kental yang gurih, mengundang selera untuk bisa mencicipi saat Lebaran nanti.

Bagi masyarakat Padang, ada yang menyajikan ketupat dengan rendang. Rendang banyak variasinya. Masakan daging bercita rasa pedas dengan campuran berbagai bumbu dan rempah ini menjadikan makanan khas Padang dan Minangkabau. Bahkan menjadi salah satu yang paling populer di dunia kuliner internasional.

Bagi warga Makassar dan Sulawesi Selatan, ayam Gagape menjadi salah satu makanan khas Lebaran yang wajib ada di meja makan. Tampilan kuahnya memang mirip dengan opor ayam, namun bicara soal rasa, jauh lebih gurih karena tambahan kelapa parut sangrai dan rempah seperti lengkuas, ketumbar bubuk, jinten hingga kunyit.

Rasa kelapa parut sangrai inilah yang membuat cita rasa ayam agape gurih dan nikmat luar biasa. Sama-sama diolah dengan campuran santan, ternyata ayam gagape ini khusus dibuat menggunakan bahan baku berupa ayam jantan. Apalagi makannya dengan ketupat. Namun masyarakat di Kota Makassar ada yang makannya dengan singkong atau ubi jalar.

Sementara itu bagi masyarakat Banjar (Banjarmasin), saat Lebaran biasanya menghidangkan Soto Banjar. Meski sudah kerap tersaji di hari-hari biasa, Soto Banjar termasuk dalam salah satu makanan khas Lebaran bagi warga Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Kekhasan rasa dan isian, mulai dari suwiran ayam kampung, telur rebus, bawang goreng dan ketupat, dijamin kamu bakal nambah.

Di wilayah Pekalongan, Jawa Tengah, menu makanan Lebaran, meski kini mulai jarang ada adalah lodeh terong. Walaupun demikian, lodeh terong tetap diakui sebagai makanan khas Lebaran warga Kota Batik ini. Rasanya yang gurih dan sedikit pedas menjadikan makanan ini sebagai salah satu kuliner yang pas disantap bersama dengan ketupat saat Lebaran. Yuk coba satu-satu.

Selamat Hari Raya Idul Fitri Mohon Maaf lahir dan Bathin.

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018