Friday, 18 June 2021


Pelatihan Hidroponik Sesi IV: Cantiknya Cabai Hidroponik

10 Jun 2021, 13:07 WIBEditor : Yulianto

Cabai produksi hidropinik Ani Andayani | Sumber Foto:Dok. Ani

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta--- Metode hidroponik untuk kegiatan urban farming menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Nah, salah tanaman yang bisa dibudiayakan adalah cabai. Bagaimana agar tanaman sehat dan menghasilkan cabai yang cantik? Yuk ikuti cara sang Spesialis Nutrisi Tanaman, Ani Andayani.

Mantan Staf Ahli Menteri Pertanian ini mengakui, banyak yang menilai budidaya hidroponik cabai sulit. Namun sebenanya hidroponik bisa untuk tanaman apa saja, bahkan budidaya kentang kini bisa dengan aeroponik.

“Di Negara Jepang, sudah mengembangkan semangka aeroponik. Apalagi cabai yang ibaratnya tanaman yang buahnya tidak besar,” kata Ani saat Pelatihan Hidroponik Cabai yang diselenggarakan Tabloid Sinar Tani di Jakarta, Kamis (10/6)

Menurut Ani, dalam budidaya cabai hidroponik bisa menggunakan sistem dripped irrigation system, nutrient film technique, deep flowing technique, semi NFT, semi DFT, rockwool system dan other soilless culture.

“Saya menggunakan deep flowing technique. Saya membuat hidrponik di roof top atau dak atas rumah. Hidroponik sangat cocok untuk urban farming bagi ibu-ibu, karena bisa menyediakan sayuran sendiri yang sehat dan nikmat,” tuturnya.

Ani mengakui, salah satu yang menjadi keluhan dalam budidaya cabai adalah penyakit virus kuning atau sering membuat daun kering. Karena itu langka menyiapkan media semai menjadi penting untuk mencegah penyakit virus kuning. “Saya menggunakan arang sekam untuk media semai,” ujarnya.

Hal lain yang perlu dipahami adalah menyemai benih, memelihara bibit, memahami fase pindah bibit. Saat pindah bibit, Ani menyarankan, jangan langsung memindahkan dari media arang sekam langsung ke bendengan. Namun sebaiknya dilakukan penyapihan bibit (raising seedling). “Kita juga harus mengetahui cara meyiapkan bibit pindah tanam,” katanya.

BACA JUGA: Rahasia-Menumpuk-di-Balik-Pedasnya-Cabai-Rawit

Ani mengakui, memang salah satu yang menjadi kendala dalam budidaya cabai hidroponik adalah hama dan penyakit tanaman. Menurutnya, tidak ada micronutrient yang bisa menghalau OPT (organisme pengganggu tumbuhan). Cara yang paling baik agar tanaman tidak terserang hama dan penyakit adalah bagaimana membuat tanaman itu sehat dengan memperkuat membran sel agar tidak rapuh.

“Seperti kita saja, supaya tidak terserang penyakit, tubuh kita harus sehat,” ujarnya menibaratkan. Caranya? Menurut Ani, bisa menggunakan boron demham jumlahnya tidak perlu banyak. Untuk itu ia menyarakan sebaiknya menggunakan micronutrien yang single, bukan yang gabungan/kombinasi. Sebab, kandungan kalium akan memacu enzimatik pada tanaman, sehingga menghindari penyakit bawaan.

Ciri Tanaman Sehat

Menurut Ani Andayani, ciri tanaman sehat adalah akar berwarna cerah dan sehat, serta akarnya tidak berwarna cokelat atau berlumut. Agar akar tidak berlumut, bisa diatasi dengan menutup lubang tanaman agar tidak terkena matahari. “Kalau akarnya mencokelat tandanya resfirasi tidak berjalan baik,” ujarnya.

Bagaimana mencegah agar resfirasi air berjalan baik? Ani mengatakan bisa menggunakan aerator 6 volt. Namun aerator harus berjalan baik. Jika aerator tidak berjalan baik, leas atau copot, maka bisa menyebabkan oksigen juga berkurang, sehingga menyebabkan akar menjadi cokelat.  “Gunakan satu aerator dalam satu bedeng,” sarannya.

Ani juga mengingatkan, hal lain yang mesti perhatikan adalah cek suhu, kelembaban dan pH larutan.  Untuk mengecek semua ini tidak harus setiap hari, bisa digunakan 2-3 hari sekali. “Pastikan agar pH air 6-6,5 atau maksimal 7,” katanya.

Selain itu Ani menyarankan agar pelaku hidroponik mempehatikan sink dan source. Artinya, satu buah cabai, satu daun bendera, sehingga ada keseimbangan antara daun dan buah. Selain itu juga dengan merompes pucuk daun dan dibiarkan satu helai daun bendera. Tanda lainnya buah membentuk sempurna, paling tidak 2-3 cm. “Dengan merompes pucuk daun, tanaman tidak terlalu rimbun, sehingga sinar matahari dapat masuk dengan baik,” tuturnya.

Ani mengatakan, teknik sink dan source membuat ukuran buah menjadi seragam dan kualitasnya cukup baik. Tiap pohon paling tidak ada 146 buah. “Kalau kita panen serentak, buah cabai tidak ada yang buntet dan keci, jadi seragam semua. Kalau kita kemas dengan baik bisa tampil di supermarket,” ujarnya.

Bagi yang ingin mendapatkan materi dan melihat lagi siarannya bisa di:

Link Siaran di SINTATV: https://rebrand.ly/Hidroponik-Jilid-IV

Materi Pelatihan Hidroponik Cabai Rawit

E-sertifikat bisa diunduh pada link berikut E-sertifikat pelatihan cabai hidroponik

 

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018