
urban farming di Rusunawa Kota Pasuruan
TABLOIDSINARTANI,COM, Pasuruan--Tren urban farming beberapa tahun ini kian diminati masyarakat yang tinggal di perkotaan. Konsep urban farming menawarkan solusi dengan menciptakan lahan terbuka hijau ditengah padatnya bangunan perkotaan. Tak terkecuali di Rusunawa, Kota Pasuruan, Jawa Timur.
Jika terus dikembangkan, maka urban farming dapat diproyeksikan untuk mencukupi ketersediaan bahan makanan dan memperkuat ketahanan pangan kota itu sendiri.
Masifnya pembangunan di perkotaan menyebabkan tergusurnya ruang-ruang terbuka hijau untuk bercocok tanam. Hal ini sangat mempengaruhi kestabilan ekosistem lingkungan, sekaligus meningkatkan polusi yang berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat kota.
Urban farming menawarkan solusi tepat untuk bercocok tanam di lingkungan rumah perkotaan. Khususnya menjawab keinginan masyarakat kota untuk menjalani gaya hidup sehat.
Di tengah pandemi Covid-19 yang masih mengganas, berkebun menjadi hobi yang tiba-tiba digandrungi. Namun, salah kaprah jika menyebut berkebun hanya 'panic hobby' saat pandemi. Berkebun justru disebut self healing saat dunia dilanda rasa takut karena Covid-19.
Banyak orang ramai-ramai berkebun, dari tanam sayuran, tanaman hias ataupun buah-buahan dalam pot. Tren ini digemari berbagai kalangan, mulai dari yang anak-anak, remaja, sampai yang tua, pelajar, pekerja, baik laki-laki atau pun perempuan.
Seperti halnya 50 orang warga Rusunawa Subur Cemerlang yang terletak di Kelurahan Petahunan Kecamatan Gadingrejo Kota Pasuruan. Mereka mengikuti pembinaan pengembangan pertanian perkotaan tentang program urban farming yang digelar Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Pasuruan.
Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Gadingrejo, Lusiana Indrawati mengatakan, kegiatan ini untuk memberikan edukasi dan pendampingan kepada warga rusunawa tentang pemanfaatan lahan untuk bercocok tanam. Selain itu juga mengajak warga rusunawa untuk mulai pola hidup sehat dengan mengkonsumsi hasil pertanian yang sehat dan bergizi.
“Kami memberikan beberapa materi dalam pembinaan dan pendampingan ini, diantaranya tentang budidaya tanaman dan perikanan, kemandirian pangan, manajemen keuangan keluarga, pengolahan hasil pertanian serta pemasaran,” jelas Lusiana.
Lusiana menambahkan, selain melaksanakan kegiatan pembinaan kepada warga Rusunawa Subur Cemerlang, pihak Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Pasuruan juga memberikan bantuan berupa benih tanaman hortikultura, pupuk organik, polibag dan media tanam.
Sarana produksi itu untuk membantu warga menanam berbagai macam tanaman produktif. Diantaranya, cabe, bayam, sawi, terong, kangkung, kacang panjang, pare, labu dan pisang. “Rencana kedepannya di area rusunawa tersebut juga akan di tanamani porang, lidah buaya, dan pengembangan metode tanam hidroponik,” katanya.
Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Pasuruan, Yudie Andi Prasetya, mangatakan agar rakyat tidak boleh bermasalah soal pangan seperti yang selalu digaungkan Kementerian Pertanian. Melalui kegiatan ini diharapkan bisa menambah semangat dan kekompakan warga rusunawa dalam memanfaatkan lahan yang ada untuk kegiatan pertanian.
“Kami sangat berharap tanaman ini dipelihara dengan baik, dijaga dan dirawat bersama, karena dapat memberikan nilai ekonomis serta lingkungan jadi hijau dan sehat," ujat Yudie Andi Prasetya.
Sementara itu Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengatakan bahwa pertanian menjadi salah satu sektor yang dituntut untuk tetap produktif di tengah pandemi Covid-19. Seperti yang selalu disampaikan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo.
"Walau dalam kondisi pandemi Covid-19, pertanian jangan berhenti, maju terus, pangan harus tersedia dan rakyat tidak boleh bermasalah soal pangan,” tegas Dedi.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan upaya membangun ketahanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Semua sektor harus mengambil peran. Pemerintah, peneliti, praktisi, pakar pertanian, insan pertanian, penyuluh dan petani harus bersinergi.
“Kita harus memastikan bahwa pertanian tidak boleh terhenti didalam memenuhi kebutuhan pangan 267 juta jiwa penduduk di Indonesia. Bekerjalah dengan semangat mewujudkan kemandirian pangan, saatnya kita menjadi pahlawan bagi bangsa Indonesia” tutur SYL.