Wednesday, 21 October 2026


Warga Desa Siwalanpanji Berlatih Manfaatkan Pekarangan

27 Dec 2022, 07:28 WIBEditor : Yulianto

Warga Desa Siwalanpanji, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo melaksanakan bimbingan teknis pemanfaatan pekarangan di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan

TABLOIDSINARTANI.COM, Malang ---Tergugah dengan persoalan pangan yang menyelimuti warganya, Kepala Desa Siwalanpanji, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Achmad Koiron mengajak warganya berlatih memanfaatkan pekarangan.  

Bahkan sebanyak 60 warganya diboyong ke Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan untuk berlatih selama dua hari (23-24 Desember 2022). Kegiatan ini bertujuan untuk menjalankan dan melaksanakan prinsip Ketahanan Pangan (food security) yang telah menjadi isu global selama dua dekade ini termasuk di Indonesia.

Kepala Desa Siwalanpanji, Achmad Koiron menyampaikan, kegiatan ini diikuti perwakilan dari masing-masing RT dan RW di Desa Siwalanpanji. Dengan diadakan bimtek ini ia berharap agar ada perubahan mindset masyarakat. “Kami harapkan masyarakatagar mau berubah dan bergerak melakukan pemanfaatan pekarangan,” ujarnya.

Ia menambahkan, melalui gerakan secara massif pengembangan komoditas sesuai spesifik local di semua wilayah/kawasan desanya, bukan tidak mungkin pengembangan pemanfaatan pekarangan bisa berjalan. Kegiatan ini merupakan salah satu solusi untuk mewujudkan dan memantapkan ketahanan pangan rumah  tangga di Siwalanpanji.

Sesuai Undang-undang No 7 tahun 1996 tentang Pangan disebutkan bahwa “ketahanan pangan adalah kondisi  terpenuhinya pangan bagi setiap rumah tangga yang tercermin dari  tersedianya pangan   yang  cukup  baik  jumlah  maupun  mutunya,  aman, merata dan terjangkau”.

Dalam arahannya, Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian Ketindan, Sumardi Noor, menyampaikan, perwujudan ketahanan pangan perlu  memperhatikan sistem hierarki mulai dari tingkat global, nasional, regional,  wilayah, rumah tangga dan individu. Lebih jauh,  menyebutkan, tersedianya pangan yang cukup secara nasional maupun wilayah merupakan syarat keharusan dari terwujudnya ketahanan pangan nasional.

“Itu saja  tidak cukup, syarat kecukupan yang  harus dipenuhi adalah terpenuhinya kebutuhan pangan di tingkat rumah tangga atau individu,” katanya.   

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, menekankan pentingnya mewujudkan ketahanan pangan salah satunya melalui diversifikasi pangan atau seperti sekarang yang sedang digaungkan kembali yakni Pekarangan Pangan Lestari (P2L).

Mentan juga berpesan agar kegiatan P2L perlu terus ditingkatkan sebagai upaya pemenuhan pangan di tingkat keluarga. P2L tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan pangan keluarga, tetapi produksi pangan dari pekarangan bisa menambah pendapatan keluarga.

"Program pekarangan pangan lestari ini sangat bagus, tingkatkan agar tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari, tapi juga menjadi sumber pendapatan sehingga meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ujarnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, selalu memberikan motivasi kepada penyuluh untuk mendampingi masyarakat dalam memanfaatkan lahan pekarangan. Ia mengatakan banyak hal yang bisa dilakukan dalam memanfaatkan lahan pekarangan, salah satunya melalui budidaya sayuran.

Karena itu menurutnya, salah satu upaya untuk meningkatkan ketahanan pangan dan gizi keluarga dapat dilakukan melalui pemanfaatan sumberdaya yang tersedia maupun yang dapat disediakan di lingkungannya. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui pemanfaatan lahan pekarangan yang dikelola oleh rumah tangga masing-masing dengan dukungan penuh dari pemangku kepentingan.

Ada beberapa faktor kunci yang perlu  dicermati sebagai simpul kritis untuk keberhasilan dan keberlanjutan secara lestari dari pengembangan pemanfaatan pekarangan. Pertama, para petugas lapangan setempat dan ketua kelompok sejak awal harus dilibatkan secara aktif mulai perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan. Diharapkan keterlibatan ini akan memudahkan proses keberlanjutan dan kemandiriannya.  Kedua, ketersediaan benih/bibit,  penanganan pascapanen dan pengolahan, serta pasar bagi produk yang dihasilkan.

Reporter : Tuban/ Yeniarta
Sumber : BBPP Ketindan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018