Jumat, 22 Februari 2019


Maharaja Urban Farming, Kompleks Perumahan yang bisa Panen 2500 pcs Sayuran per Bulan

24 Jan 2019, 15:19 WIBEditor : Ahmad Soim

Ibu-ibu di lingkungan perumahan Depok Maharaja menunjukkan hasil panen sawi hidroponiknya, kami ingin ada pelatihan cara bercocok tanam hidroponik. | Sumber Foto:Slamet R

Kami selalu menanam sayuran jenis sawi atau pokcai, karena tanaman sayuran ini mudah merawatnya. Cukup dengan 30 atau 35 hari sayuran sawi sudah bisa dipanen. Biaya perawatan juga relatif murah.



TABLOIDSINARTANI.COM, Depok - Pertanian urban (kota) di rumah tinggal kompleks perumahan bisa membuat warga kompleks makin  peduli sesama tetangga dan lingkungan. Bahkan mereka  bisa saling berkomunikasi dan sharing pengalaman. Itulah yang dialami warga Depok Maharaja Kota Depok Jawa Barat dengan komunitas bertani urban yang mereka beri nama Maharaja Urban Farming (MUF).

MUF berawal dari sebuah groups di media sosial yang beranggotakan beberapa orang penghoby tanaman, mereka saling diskusi soal hama penyakit, pupuk, perawatan tanaman, hingga cara berburu tanaman idamannya.

Ternyata MUF semakin melebar, dan anggotanya semakin banyak, mulai dari yang sekedar ingin memiliki tanaman bunga, sampai kolektor tanaman langka dengan harga mahal. Hidroponik menjadi salah satu target tanaman penghias halaman rumah sekaligus bermanfaat untuk kepentingan ibu-ibu di dapur.


Kami bercita-cita setiap anggota minimal memiliki 25 lubang netpot hidroponik, sehingga dengan jumlah anggota 100, setiap bulan akan panen sayuran sebanyak 2500 pcs. Ini akan menjadi kontribusi produksi sayuran yang luar biasa, minimal untuk linkungan sendiri.

"Sebagai salah satu anggota yang telah memiliki instalasi hidroponik, secara rutin kami sosialisasikan kepada anggota dan lingkungan bahwa memproduksi sayuran sendiri yang sehat itu tidak sulit dan tidak mahal," kata Slamet Riyanto, salah satu anggota Maharaja Urban Farming di Komplek Perumahan Depok Maharaja, Kota Depok, Jawa Barat. 

 

Di halaman rumah, lanjutnya kami bangun instalasi hidroponik dengan diameter panjang dua meter, lebar satu meter dan tinggi1,5 meter dengan 110 lubang netpot. Kebun sayur dengan media tanam air ini juga sekaligus dijadikan proyek percontohan di lingkungan RW kami. 


Saat ini kami menanam sawi atau pokcay, karena jenis sayuran ini mudah menanamnya dengan sistem hidroponik. Kami bisa panen setiap 35 hari sekali, dan hasilnya kami bagi-bagi kan ke tetangga dan sebagaian anggota komunitas MUF.


Untuk menanam sawi dengan 110 lubang netpot diperlukan air kurang lebih 100 liter, sedangkan kebutuhan pupuk AB mix sekitar 2.5 liter. Harga pupuk AB mix kurang lebih Rp 35.000,- per liter. Sedangkang bibit benih bisa beli di toko tanaman atau di super market dengan harga Rp 10.000,- kurang lebih 1.000 biji benih.


Upaya untuk menularkan hobby bertanam dilahan sempit ini, kami juga sering kali memberikan ilmu hidroponiknya untuk para anggota komunitas.

Slamet Riyanto sedang menunjukkan hasil menanam sawi hidroponik di depan instalasi hidroponiknya yang siap dipanen.

Slamet Riyanto sedang menunjukkan hasil menanam sawi hidroponik di depan instalasi hidroponiknya yang siap dipanen.

 

BACA JUGA:

> Festival Buah Langka Diserbu Pengunjung

> Buah Surga Antarkan Warta Menginjak Tanah Suci

> Bermitra dengan Perusahaan, Petani Teh Terima KUR Rp 100 Juta

 


Kami selalu menanam sayuran jenis sawi atau pokcai, karena tanaman sayuran ini mudah merawatnya. Cukup dengan 30 atau 35 hari sayuran sawi sudah bisa dipanen. Biaya perawatan juga relatif murah.


Nikendiningrum, salah satu penggiat wanita di Depok Maharaja begitu antusias untuk ikut mengembangkan hidroponik, "Mantap, perlu terus dikembangkan menuju pemberdayaan ekonomi keluarga,  dengan memanfaatkan lahan sempit pun jadi, sehingga setiap rumah, berdaya dalam menyediakan sayuran sendiri, sehat, murah, hemat" komentarnya yang dikirim via whatup (WA) usai ikut memanen sawi hidroponik pagi ini (24/1)



Senada dengan Niken, Drh Tety Nurbaety yang aktif dalam pendidikan prasekolah di Al-Ikhlash Junior Club langsung minta jadwal untuk diajarkan cara menanam  hidroponik, "Pokoknya mantap, nanti kelompok ibu-ibu nya minta dibimbing juga dalam prakteknya (menanam hidroponik).  Kolaburasi antara ibu-ibu  posyandu dan majelis taklim" komentarnya saat ikut memanen sayuran sejenis lettuce ini.

Reporter : Slamet R
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018