Senin, 22 April 2019


Serupa Tapi Tak Sama, Bedanya Vertiminaponik dengan Akuaponik

05 Peb 2019, 12:18 WIBEditor : Gesha

Vertiminaponik ini bisa menjadi solusi pangan di perkotaan | Sumber Foto:BPTP JAKARTA

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Urban farming kini menjadi trend positif di daerah perkotaan untuk memperoleh bahan pangan. Ada berbagai cara urban farming yang dilakukan, bahkan seringkali tertukar. Seperti Vertiminaponik dengan Akuaponik.

Meskipun sama-sama menggunakan air dan ikan, ternyata ada perbedaan yang mencolok antara keduanya yaitu dari ukuran dan bentuknya. 

Menurut Badan Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jakarta, Vertiminaponik bisa dibilang adalah gabungan antara vertikultur, hidroponik dan akuaponik dalam skala kecil, karena memang dikembangkan untuk daerah perkotaan yang sempit lahannya.

Tidak berbeda dengan akuaponik, prinsip vertiminaponik ini menggabungkan akuakultur dan hidroponik, dimana kotoran ikan akan diubah menjadi nutrisi tanaman.

Cara mengubah kotoran ikan menjadi nutrisi ini harus dilakukan dengan memakai bak terpisah antara penyaringan dengan proses nitrifikasi agar bisa dikonsumsi tanaman. Sisa air akan kembali ke kolam dalam bentuk air bersih.

Menariknya, tanaman yang dihasilkan dari vertiminaponik ini bersifat organik karena tidak memakai nutrisi kimia untuk memupuk tanaman, tetapi menggunakan organik dari kotoran ikan. 

Dalam vertiminaponik, grow bed tempat tanaman tumbuh dilengkapi dengan filter yang otomatis mengubahnya menjadi nutrisi. Sehingga dalam grow bed terbagi menjadi 3 lapisan yang dipergunakan untuk filter air dari kolam.

Lapisan pertama (paling bawah) adalah zeolit besar setebal 1-2 cm, lapisan kedua (tengah) adalah zeolit kecil ukuran 20 mesh (diratakan sampai zeolit besar tidak terlihat) dan lapisan ketiga (paling atas) terdiri dari zeolit kecil dan kompos dengan perbandingan 3:1. Hamparkan secara merata hingga lapisan kedua tertutup sempurna.

Untuk menanam bibit pada grow bed, dilakukan secara tabur padat. Artinya, Anda bisa menanam banyak bibit pada grow bed secara rapat sehingga tidak perlu lagi memindah semaian.

Sedangkan patokan jumlah ikan di dalam Vertiminaponik ini, Anda bisa menanam 300 ekor lele atau 200 ekor ikan patin atau nila atau bawal air tawar pada drum dengan kapasitas 150 liter-an. Artinya Anda bisa bertanam ikan dengan kepadatan sedang atau bahkan sangat padat.

Yuk Coba di rumah, selain bisa panen sayur, Anda juga bisa membuat ikan bakar sendiri yang jauh lebih sehat dan nikmat

 

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018