Sunday, 05 April 2020


Greenhouse Hidroponik Presisi Beratap Segitiga Hasilkan 1 Ton Tomat Ceri per Minggu

21 Feb 2020, 14:38 WIBEditor : Ahmad Soim

Greenhouse hidroponik presisi di Pangalengan Bandung | Sumber Foto:Dok

Greenhouse hidroponik canggih ini menerapkan teknologi pengaturan nutrisi, suhu dan kelembapan secara otomatis. Sebanyak 1 ton tomat ceri kualitas ekspor per minggu dihasilkan dari greenhouse berukuran 34 x 80 meter.

TABLOIDSINARTANI.COM , Pangalengan - Di tengah keindahan bumi Pangalengan di Kabupaten Bandung, setelah melintas Situ Cileunca, anda akan mendapati bangunan dengan bentuk memanjang berwarna abu-abu dan atap berbentuk segitiga. Di sinilah Greenhouse hidroponik dengan teknologi tercanggih di Indonesia berada.

Teknologi  Robotik

Sejak sekitar 6 tahun yang lalu hidroponik berkembang pesat di tanah air. Kemudahan mendapatkan informasi melalui internet dan media sosial membuat penyebaran informasi mengenai hidroponik sangat cepat. Tren hidroponik digemari di berbagai daerah dan terus berkembang hingga saat ini. Mulai skala hobi rumah tangga hingga skala usaha dan industri.

Kecanggihan teknologi hidroponik untuk menghasilkan komoditas pertanian yang berkualitas tinggi digarap Nudira Fresh, unit usaha dari PT Nudira Sumber Daya Indonesia yang bergerak pada bidang ekspor dan agribisnis.

Greenhouse hidroponik Nudira Fresh dibangun oleh tiga sekawan pengusaha nasional, yaitu Nursyamsu Mahyuddin, Edi Sugiyanto dan Rachmat Sutarnas Marpaung berkolaborasi dengan  iGrow Fintech, memiliki ukuran 34 x 80 meter dengan tinggi 4 meter.

Greenhouse ini dilengkapi dengan mesin dan instalasi penyalur nutrisi otomatis ke setiap tanaman, sensor pH air, sensor suhu dan kelembapan udara, sensor cahaya matahari, 20 buah exhaust fan berukuran besar, 10 buah exhaust fan berukuran kecil serta cooling pad wall. Semuanya disambungkan kedalam satu sistem komputer yang merekam semua data serta melakukan intervensi seperlunya dalam pengaturan suhu dan irigasi tanaman.   

Selain Greenhouse utama, Nudira Fresh juga memiliki nursery Greenhouse yang digunakan khusus untuk pembibitan tanaman yang akan dibudidayakan di Greenhouse utama. Nursery Greenhouse ini memiliki ukuran 12 x 16 meter dengan kapasitas pembibitan 3.500 lubang tanam.

Tak Ada Hambatan Budidaya

Nursyamsu Mahyuddin, Direktur Utama Nudira Fresh, mengatakan budidaya tanaman di dalam Greenhouse hidroponik dapat menghilangkan berbagai hambatan budidaya secara konvensional. Seperti pengaruh cuaca (hujan, suhu dan kelembapan) hingga serangan hama dan penyakit tanaman. Alhasil, budi daya tanaman dapat dilakukan sepanjang tahun dengan hasil yang maksimal dan kontinu.

 

Pria yang namanya biasa dikenal banyak orang membantu para pengusaha UKM menembus pasar ekspor ini menambahkan bahwa dalam Greenhouse hidroponik, setiap tanaman mendapatkan nutrisi secara teratur dan sesuai dengan kebutuhannya. Nilai nutrisi untuk setiap fase pertumbuhan tanaman dapat disesuaikan dengan mudah sehingga pertumbuhan tanaman maksimal dan ideal. Risiko kehilangan nutrisi layaknya pupuk yang hilang atau larut terbawa air hujan pada pertanian konvensional juga tidak terjadi pada budi daya hidroponik.  

Lulusan Fakultas Teknologi Pertanian IPB tahun 1985 tersebut juga menambahkan keuntungan lain menggunakan teknik budidaya hidroponik di dalam Greenhouse adalah rendahnya serangan hama dan penyakit tanaman karena budi daya dilakukan di dalam bangunan tertutup sehingga akses masuk hama tidak ada. Penerapan SOP manajemen budi daya yang ketat seperti penggunaan pakaian dan alas kaki khusus serta aplikasi desinfektan saat pekerja keluar-masuk Greenhouse juga berperan meniadakan peluang serangan penyakit selama budi daya berlangsung.

Didukung oleh suhu dan kelembapan yang ideal sepanjang waktu, tanaman berada di dalam kondisi terbaiknya untuk tumbuh dan berproduksi secara maksimal.

Tomat Ceri Kualitas Ekspor

Indra Bachtiar, petani milenial yang menjadi General Manajer di Nudira Fresh, mengatakan greenhouse  Nudira Fresh  beroperasi sejak tahun 2018, saat ini fokus pada budidaya tomat ceri untuk menembus pasa ekspor. Dengan total populasi tanaman tomat ceri 8.820 batang, mampu memproduksi tomat ceri sebanyak 1-1,2 ton per minggu atau 4-4,8 ton per bulan. Saat ini, hasil produksi Nudira Fresh dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia seperti Bandung, Jakarta, Tangerang, Bogor, Depok, Bali dan bahkan hingga ke Palangkaraya.

 

Tomat ceri Nudira Fresh mulai produktif sejak 60 Hari Setelah Tanam (HST) dan produktif selama 6 bulan. Produktivitas satu tanaman mencapai 22 kg per meter persegi per tahun. Lebih tinggi dibandingkan produtivitas tanaman tomat ceri yang dibudidayakan secara konvensional yaitu hanya mencapai 4-5 kg per meter persegi per tahun.

Indra yang lulusan Fakultas Pertanian IPB tahun 2015 tersebut, menambahkan  setelah selesai masa produktifnya, tanaman akan digantikan oleh bibit tanaman yang baru. Untuk menjaga kontiniuitas produksi, pembibitan dilakukan dengan kapasitas 10?ri total populasi tanaman per satu bulan.

Tomat ceri hasil produksi Nudira Fresh memiliki spesifikasi unggul layak ekspor di antaranya berbentuk bulat sempurna, ukuran 10-15 gram/buah, warna buah merah menyala, dan tingkat kemanisan 7-8 briks. Tomat ceri Nudira Fresh sangat cocok untuk dikonsumsi langsung sebagai buah meja, salah satu komponen dalam menu salad, topping es krim, dan variasi sajian lainnya.

Pangsa Pasar Ekspor

Selain pangsa pasar dalam negeri, pangsa pasar ekspor tomat ceri juga sangat besar. Permintaan ekspor tomat ceri datang dari berbagai negara seperti, Malaysia, Singapura, Bahrain dan Saudi Arabia.

Agar dapat memenuhi permintaan ekspor, kuantitas tomat ceri yang diproduksi harus cukup besar untuk memenuhi kuantiti kelayakan dalam transportasi. Pembeli di Saudi Arabia misalnya, meminta tomat ceri sebanyak 5 ton untuk satu kali pengiriman. Dengan frekwensi pengiriman dua hingga tiga kali per pekan.

Karenanya, Nudira Fresh mengajak para pelaku usaha agribisnis atau pihak lain yang tertarik dengan peluang usaha agribisnis khususnya ekspor tomat ceri untuk sama-sama menghasilkan tomat ceri berkualitas ekspor. Caranya adalah dengan membudidayakan tomat ceri menggunakan Greenhouse dan teknologi yang tepat seperti yang dipraktekkan oleh Nudira Fresh saat ini.  

 Hydroponic Academy

Selain fokus pada budi daya, Nudira Fresh menyadari pentingnya pengembangan teknologi pertanian khususnya teknologi hidroponik yang tepat untuk ditularkan ke masyarakat luas. Hal ini semata-mata karena Nudira Fresh menyadari kejayaan produk-produk Indonesia baik di dalam ataupun di luar negeri tidak dapat diraih sendiri, tetapi harus berkolaborasi atau bergandeng tangan dengan banyak pihak.

Kesadaran ini membuat Nudira Fresh berkomitmen membagikan ilmu dan pengalaman yang dimiliki terkait teknik budi daya hidroponik melalui Nudira Hydroponic Academy. Nudira Hydroponic Academy merupakan pusat pelatihan berbasis kompetensi di bidang hidroponik dan Greenhouse. Nudira Hydroponic Academy memiliki visi menghasilkan tenaga terdidik dan terampil yang berkarakter, berpengetahuan dan siap kerja dalam bidang pertanian modern. Dalam program ini, Nudira Fresh didukung pula oleh Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) IPB yang menyediakan para pengajar ahli bergelar Doktor dan Guru Besar untuk turut mengajar selain para praktisi. Kegiatan belajar sebagiannya juga akan dilakukan di Kampus Fateta IPB di Darmaga Bogor dan di Greenhouse Nudira Fresh di Pangalengan, Bandung. 

Menariknya, setelah mengikuti kegiatan selama 3 bulan pada program ini, beberapa Lulusan Terbaik akan disalurkan bekerja pada industri hidroponik di luar negeri yaitu di Dubai, Uni Emirat Arab. Sedangkan lulusan lainnya layak menjadi penyelia di Greenhouse Farm yang terus bertumbuh di dalam negeri.

 

Reporter : Kontributor
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018