Sunday, 05 April 2020


Corona Merebak, Sayuran Hidroponik Ala Gang Hijau Jadi Sumber Gizi Keluarga

24 Mar 2020, 18:32 WIBEditor : Gesha

Adanya produksi sayuran di gang hijau menambah asri sekaligus kepastian gizi keluarga | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Merebaknya kasus infeksi Virus Corona (COVID-19) di seluruh dunia tidak terkecuali Indonesia, membuat pemerintah pusat dan daerah melakukan serangkaian upaya penanggulangan. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pun memberlakukan kebijakan agar masyarakat tinggal di rumah untuk mengurangi penyebaran dan berkembangnya virus mematikan tersebut.

Selama 2 pekan terakhir ini warga Jakarta mengurangi aktivitas keluar rumah, bahkan aktifitas anak sekolah dan karyawan kantor pun dilakukan di rumah dengan memanfaatkan teknologi internet. Sosialisasi menjaga kesehatan diri dan lingkungan juga terus-menerus disosialisasikan oleh Pemprov. 

Meskipun aktifitas warga di luar rumah terbatas, pemenuhan gizi keluarga tidak boleh diabaikan demi menjaga kesehatan diri. Setiap hari harus bisa mengkonsumsi sayuran, buah-buahan, dan bahkan tanaman obat/biofarmaka untuk daya tahan tubuh.

Nah, sejak tahun 2017 Pemprov DKI Jakarta telah memprogramkan pemanfaatan ruang untuk ditanami aneka sayuran dan buah-buahan, salah satunya di sekitar tempat tinggal warga. Jalan yang sempit atau gang yang banyak terdapat di ibukota ini telah banyak dimanfaatkan warga untuk pertanian perkotaan (urban farming), sehingga kini terkenal dengan sebutan “Gang Hijau”. Hasilnya positif, di berbagai wilayah Jakarta kini banyak ditemui aneka  sayuran dan buah-buahan yang ditanam dan dimanfaatkan sendiri oleh warga setempat. 

Hal ini tentu saja sangat membantu pemenuhan gizi keluarga dan warga tidak perlu keluar jauh-jauh dari rumah untuk membeli sayur dan buah, di tengah himbauan waspada virus Corona. 

Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Provinsi DKI Jakarta sebagai pelaksana teknis pun telah melakukan bimbingan, pendampingan, dan memberikan bantuan kepada masyarakat guna mensukseskan Urban Farming. 

“Manfaat lain kegiatan pertanian perkotaan bagi lingkungan sekitar antara lain memperbaiki struktur tanah, menambah nilai estetika lingkungan dan mengatasi permasalahan sampah kota melalui pembuatan pupuk dan memanfaatkan barang bekas untuk kegiatan pertanian,” kata Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Darjamuni. 

Seperti terlihat di gang hijau salah satu wilayah Jakarta yaitu Gang Hijau RT 07 RW 08 Kelurahan Cipinang Besar Utara, Kecamatan Jatinegara Jakarta Timur dan RT 013 RW 08 Kelurahan  Cipinang Muara, Kecamatan Jatinegara Jakarta Timur. 

Teknologi khas Urban Farming yaitu Hidroponik telah diaplikasikan warga untuk menanam sayuran sperti sawi, kangkung, dan bayam. Inovasi lainnya adalah budidaya sayuran di dalam pot – pot, menyiasati keterbatasan lahan. 

“Kini pola pikir masyarakat perkotaan mulai mengalami perubahan dengan cara memanfaatkan ruang untuk kegiatan pertanian. Diharapkan meningkatkan interaksi antar warga masyarakat untuk bersama membangun wilayahnya agar lebih bersih sehat dan hijau. Terimakasih Warga Gang Hijau RT 07 RW 08 Kelurahan Cipinang Besar Utara Kecamatan Jatinegara Jakarta Timur dan Warga RT 013 RW 08 Kelurahan  Cipinang Muara Kecamatan Jatinegara Jakarta Timur yang telah bersama merubah wilayahnya sehingga tampak lebih bersih sehat dan hijau,” ujar Darjamuni.

Reporter : Indri
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018