Wednesday, 21 October 2026


Perkuat Imunitas dengan Si Panjang Hijau

17 May 2020, 08:24 WIBEditor : Yulianto

Petani memasang ajir pada tanaman kacang panjang

TABLOIDSINARTANI.COM, Bondowoso---Di tengah ancaman virus corona (Covid-19), kondisi imunitas tubuh menjadi faktor penting untuk melawan virus mematikan tersebut. Karena itu, kini masyarakat mulai tersadar untuk hidup lebih sehat, dengan mengonsumsi pangan yang sehat juga.

Seperti diketahui, pangan merupakan kebutuhan dasar yang paling esensial bagi manusia untuk mempertahankan hidup dan kehidupan. Pangan sebagai sumber zat gizi menjadi landasan utama manusia untuk mencapai kesehatan dan kesejahteraan sepanjang siklus kehidupan.

Dalam mempertahankan kesehatan bukan hanya asupan karbohidrat, namun vitamin dan mineral juga harus terpenuhi dalam tubuh guna mengatur pertumbuhan dan pemeliharaan tubuh. Kacang panjang, termasuk salah satu sumber vitamin dan mineral yang banyak kita temui di pasaran.

Kacang panjang (Vignaunguiculatas sp. Sesquipedalis) merupakan tanaman yang cukup mudah dibudidayakan. Hanya dengan memasukkan 2-3 biji ke dalam tanah yang ditugal, kemudian ditutup tanah, pada umur 30 hari akan berbunga dan saat umur 45 hari sudah siap dipanen. Waktu yang pendek inilah menjadikan kacang panjang menjadi sayuran yang tak mengenal musim.

Desa Kupang, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso merupakan salah satu desa yang mengusahakan budidaya kacang panjang. Dengan pendampingan sekaligus bimbingan dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), setidaknya ada 1 ha lahan kacang panjang yang ditanami petani.

Sebagai sumber protein yang baik, kacang panjang memiliki kandungan vitamin A, thiamin, ribo flavin, besi, fosfor, kalium, vitamin C, folat, magnesium dan mangan. Selain itu memiliki beberapa manfaat bagi tubuh antara lain, menurunkan kadar gula darah, meredakan nyeri dan menjaga kesehatan kulit.

Bahkan mengonsumsi kacang panjang juga dapat menurunkan resiko kanker, menjaga kesehatan jantung, menurunkan resiko rematik, menambah darah dan meningkatkan stamina. Selain kaya akan nutrisi, tanaman ini juga dimanfaatkan petani untuk memulihkan nitrogen di lahan budidaya.

Sementara itu dalam berbagai kesempatan, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyampaikan pesan pertanian tidak boleh berhenti karena wabah Covid-19. Semua insan pertanian harus terus bergerak untuk mengawal ketersediaan pangan.

Sementara itu Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nusyamsi juga menegaskan, pertanian merupakan garda terdepan dalam pencegahan infeksi Covid-19 karena berperan penting dalam pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat untuk menjaga imunitas tubuh.

“Produksi bahan makanan pada masa pandemi Covid-19 tetap terus berjalan, terutama bahan pangan beras, sehingga pertanian tidak boleh berhenti apapun yang terjadi,” tegasnya.

 

Reporter : Hardianto/Rivana/Yeni (BBPP KETINDAN)
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018