Thursday, 02 July 2020


Bertani Melon, Petani Milenial Sambas Ini Biayai Kuliah

31 May 2020, 18:30 WIBEditor : Yulianto

Haris bersama adi dan rekan-rekannya petani melon milenial Sambas | Sumber Foto:BBPP Ketindan

TABLOIDSINARTANI.COM, Sambas---Siapa bilang usaha tani tak memberikan penghasilan yang menjanjikan? Buktinya, Haris, petani milenial di Desa Parit Setia, Kecamatan Jawai, Kabupaten Sambas, bisa membiayai kuliah dari bertani melon.

Dari usaha taninya itu, Haris kini menempuh kuliah jurusan perkebunan disalah satu Universitas di Pontianak. Budidaya melon sudah ditekuni Haris sejak masih sekolah di bangku SMA. Ia bersama adkinya yang saat itu masik sekolah SMP memanfaatkan lahan miliki orang tuanya seluas 0,5 hektar (ha).

Didampingi penyuluh dan ayahnya yang kebetulan juga seorang petani, Haris yang kini  berusia 21 tahun dan adiknya Agus (18) belajar bagaimana cara berbudidaya yang baik dan benar dari awal sampai  pada tingkat pemasaran.

Melon yang ditanam Haris adalah varietas Merlin. Dari lahan seluas 0,5 ha itu, ia memperoleh hasil panen rata-rata 7-8 ton. Harga jual ditingkat petani saat ini adalah Rp 7.000-9.000/kg. Artinya, tiap panen Haris bisa mendapatkan minimal Rp 49 juta -72 juta.

Penyuluh Pertanian Kecamatan Jawai, Darma Irawan mengatakan, saat ini petani melon sedang panen. Bahkan mereka kebanjiran  pesanan, karena tingginya permintaan dari konsumen, baik di wilayah Kabupaten Sambas maupun dari luar.

“Selain rasanya yang gurih dan manis, sejak pandemi Covid-19 konsumsi pangan buah lokal menjadi meningkat. Sejak awal pembibitan kita sudah sampaikan kepada mereka untuk mengatur jadwal tanam agar tidak terjadi kekosongan hasil panen dan buah selalu tersedia. Dan dalam waktu dekat mereka akan panen lagi,” tutur Darma

Darma mengatakan, permintaan buah pangan lokal menunjukkan peningkatan. Hal ini terlihat dari jumlah hasil panen yang cepat habis ditingkat petani.Tentu ini merupakan pertanda yang baik. Artinya buah yang diproduksi petani bermutu, sehingga diminati pasar lolal, khususnya di Kabupaten Sambas maupun di luar kabupaten.

Buah-buahan lokal yang ditanam petani Indonesia memiliki  gizi dan vitamin yang sangat  tinggi. Sehingga  sangat dibutuhkan tubuh untuk menjaga imunitas. Untuk itu gerakan mengonsumsi buah lokal harus ditingkatkan.

Selain mudah didapat dan segar, mengonsumsi buah lokal juga dapat meningkatkan perekonomian petani. Melon adalah satu dari sekian macam buah yang memiliki banyak manfaat, karena memiliki kandungan kalium yang tinggi, sumber vitamin A, B dan C.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) berkeyakinan, generasi milenial dibidang pertanian terus meningkat. Dengan memanfaatkan teknologi yang tersedia, generasi milenial bidang pertanian saat ini tak hanya sekadar bertani, tetapi juga cerdas berwirausahatani dengan memanfaatkan teknologi.

Sementara itu Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi idalam pertemuan dengan penyuluh saat acara Mentan Sapa Penyuluh dan Petani mengatakan, dimasa pandemi Covid-19 kita harus mengonsumsi pangan lokal.

“Mengonsumsi pangan lokal itu lebih segar, khas dan rasanya tidak kalah dengan pangan impor. Ada begitu banyak pilihan pangan lokal, dan setiap daerah memiliki stok pangan lokal yang cukup sehingga masyarakat tidak perlu khawatir. Sebut saja ubi jalar, singkong, jahe, pisang, buah jeruk, buah naga dan buah lainnya” tutur Dedi

Reporter : Darma Irawan/Yeniarta (BBPP KETINDAN)
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018