
Persiapan pengendalian hama tikus oleh Kostratani Sigaluh
TABLOIDSINARTANI.COM, Banjarnegara---Salah satu strategi Kementerian Pertanian meningkatkan produksi pangan selama pandemi Covid 19 adalah pengawalan kepada petani agar produksi tetap terjaga. Hal inilah yang dilakukan Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani), Kecamatan Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara.
Dalam upaya pengawalan untuk mengamankan stok pangan agar tetap terjaga, penyuluh pertanian bersama pengamat organisme pengganggu tumbuhan (OPT) melakukan pengamatan keliling ke sawah-sawah di wilayah Kecamatan Sigaluh. Dari hasil pengamatan, ditemukan titik sawah yang terserang OPT tikus di Desa Wanacipta, Kecamatan Sigaluh.
Serangan hama tikus sudah berada dalam resiko cukup tinggi, sehingga perlu adanya upaya pengendalian secara terpadu dan berkesinambungan. “Karena terjadi ledakan hama tikus dan padi sudah pada fase vegetatif, maka PPL dan pengamat OPT melakukan tindakan kuratif yaitu dengan pemasangan perangkap umpan beracun,” ujar Budi Waluyo, Pengamat OPT di wilayah Kecamatan Sigaluh.
Budi mengatakan, penyuluh bersama Pengamat OPT juga memberikan penyuluhan kepada petani bagaimana teknis pemasangan perangkap umpan beracun yang benar. Misalnya, dengan cara mencampur umpan beracun.
Bahan yang digunakan yaitu rodentisida antikoagulan berbahan aktif brodifakum 0,05 persen dengan dicampur bahan umpan yaitu merang. Pemberian umpan dengan jarak sekitar 50 meter di tempat yang biasa dilalui tikus.
“Kami juga mengingatkan petani jangan lupa untuk melindungi umpan agar tidak terkena air hujan. Petani bisa mengugunakan pelepah/gedebog pisang yang di tancapkan dengan bambu di atas umpan,” tuturnya.
Sementara itu, penyuluh pertanian Kecamtan Sigaluh, Puji Rahayu mengakui, gerakan pengendalian tikus ini memang tidak bisa dilakukan sendiri oleh petani. Namun perlu dilakukan serempak bersama petani yang lain di tingkat kelompok atau gapoktan. Sebab, pada dasarnya hama tikus bisa dikendalikan dengan tindakan preventif, dengan sanitasi yang baik, dan tanam yang serempak.
“Ini butuh kekompakan diantara petani. Jadi kami sebagai penyuluh hanya bisa menyarankan agar petani bisa saling komunikasi dengan petani yang lain agar hasil produksi padi bisa lebih optimal,” kata Puji yang juga ikut mendampingi pengendalian hama tikus.
Sementara itu Kepala Desa Wanacipta, Surahmat mengatakan, pihaknya dari perangkat desa dan mewakili kelompok tani (Poktan) Ngudi Sari Kismo Desa Wanacipta mengucapkan terima kasih kepada penyuluh dan pengamat OPT yang sudah mendampingi petani. untuk tetap bisa berproduksi secara maksimal, terutama saat pandemi seperti ini.
“Kami jadi lebih semangat dan akan terus berproduksi agar stok pangan di indosesia aman, khususnya di desa kami,” kata Surahmat yang juga ikut hadir pada kegiatan pengendalian tikus kali ini.
Seperti diketahui, di tengah wacana pemerintah menerapkan new normal, menuntut masyarakat untuk mengikuti apa yang disarankan pemerintah. Misalnya, mengajak masyarakat masuk dalam tatanan kehidupan yang lebih berkualitas tanpa meninggalkan protokol kesehatan Covid-19.
New normal juga merupakan momentum untuk kembali menggeliatkan sektor pertanian dalam arti luas, sehingga diharapkan perekonomian masyarakat bisa kembali menggeliat.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) dalam berbagai kesempatan meminta kepada seluruh penyuluh pertanian dan petani di Indonesia agar mengamankan stok pangan bagi 267 juta jiwa penduduk di Indonesia. “Kita harus bekerja lebih keras, lebih terpadu dan lebih gotong royong agar makanan rakyat bisa terjamin,” ujarnya.
Mentan SYL menegaskan, krisis pangan tidak boleh terjadi di Indonesia, sehingga harus dihadapi dengan kerja keras dan semangat pantang menyerah. Karena itu, pihaknya mengajak seluruh insan pertanian menghadapi tantangan tersebut.
Ada dua langkah konkret yang bisa dilakukan yaitu dengan penanaman yang lebih cepat dan momentum penyaluran sarana dan prasarana yang tepat. “Saya harapkan kerja sama dengan berbagai pihak lebih intens agar semua dapat berjalan dengan baik,” tegas SYL.
Selaras dengan arahan Mentan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi, mengatakan pangan adalah masalah yang utama dan menentukan hidup matinya suatu bangsa, di mana petani harus tetap semangat tanam, olah, dan panen.
“Hal ini membuktikan pertanian tidak berhenti di tengah wabah Covid-19, kepada para penyuluh pertanian maupun swadaya diharapkan untuk tetap bekerja mendampingi para petani,” papar Dedi.