Saturday, 23 October 2021


Marmalade, Santap Kulit Jeruk Tanpa Rasa Pahit

11 Feb 2021, 10:35 WIBEditor : Gesha

Mengolah jeruk menjadi marmalade | Sumber Foto:Lika Kurnia

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor -- Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbang Pertanian) telah mengembangkan produk olahan jeruk bersama kulitnya yang diberi nama marmalade. Tentu saja tidak ada rasa pahit seperti santap kulit jeruk biasanya.

"Sekilas marmalade ini serupa dengan selai jeruk, hanya saja ada sensasi potongan kulit jeruk didalamnya dan fungsinya pun sama yaitu sebagai topping untuk roti," ungkap Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian (BB Pascapanen) Dr. Prayudi Syamsuri  kepada tabloidsinartani.com.

Di kalangan masyarakat marmalade sudah mulai popular meski baru dijumpai hanya di supermarket tertentu dan beberapa hotel.

Besarnya manfaat buah jeruk bagi kesehatan diharapkan bisa menggugah kesadaran masyarakat untuk lebih menyukai olahan jeruk seperti marmalade. Apalagi saat musim panen, produksi jeruk melimpah sehingga kerugian akibat merosotnya harga jeruk dapat dihindari.

Prayudi menuturkan, proses pembuatannya sangatlah mudah dengan bahan utama jeruk yang dipotong bersama kulitnya lalu dicampur dengan  gula pasir, pengental,  CMC (Carboxy Methyl Celullosa) dan asam sitrat yang dipanaskan hingga mengental lalu dikemas dan di pasteurisasi. Marmalade memiliki rasa manis dan pahit khas jeruk yang pas.

"Saat ini marmalade jeruk sudah dalam pendaftaran paten dan akan diadopsi oleh mitra yaitu CV Promindo Utama yang berbasis di Cirebon. Dengan adanya mitra yang sudah siap memasarkan, produk ini akan segera dapat dinikmati oleh masyarakat," tuturnya.

Kaya Flavanoid

Mengolah jeruk adalah suatu hal yang menguntungkan karena dapat meningkatkan kandungan senyawa flavonoid dan limonoid yang berindikasi fungsional. Namun selama ini kedua senyawa tersebut menjadi masalah serius pada olahan jeruk karena menimbulkan rasa pahit yang tidak disukai konsumen. 

Dari banyak penelitian, kulit jeruk yang kaya senyawa flavonoid dan limonoid. Senyawa flavonoid dan limonoid yang terkandung didalam kulit jeruk bermanfaat sebagai imunomodulator (peningkat imunitas), anti-inflamasi, dan antioksidan.

Hasil karakterisasi Balitbangtan terhadap senyawa flavonoid khususnya naringin dan senyawa limonoid (limonin) pada buah jeruk, menunjukkan kedua senyawa tersebut berkhasiat antioksidan. 

Hasil ujicoba pada hewan, kedua senyawa itu mampu menghambat pertumbuhan sel tumor pada kolon, mengontrol gula darah, trigliserida dan kolesterol. Trigliserida dan kolesterol dikat dan kemudian dibuang lewat kotoran. 

Kandungan flavonoid paling tinggi terdapat pada kulit jeruk pamelo yang mencapai lebih dari 400 ppm, sedangkan senyawa limonoid lebih banyak terkandung pada sari buahnya dan bisa mencapai 25 ppm.

Pada buah jeruk segar atau utuh senyawa limonin berupa A-ring monolaktone dan rasanya tidak pahit. Namun ketika diperas senyawa berubah menjadi limonoate dilakton yang pahit rasanya. 

Masalahnya, pada ambang batas konsentrasi 6 mg/L saja, limonin sudah berasa pahit, sedangkan pada naringin rasa pahit sudah terasa pada konsentrasi 20 mg/L. Sehingga perlu dipikirkan inovasi olahan jeruk yang pas agar diperoleh manfaat dari rasa pahit tersebut. 

 

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018