Sunday, 19 September 2021


Memilih Media Hidroponik bagi Pemula

18 Feb 2021, 11:24 WIBEditor : Ahmad Soim

Salah Satu media hidroponik | Sumber Foto:Dok Ani Andayani

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta - Pengelolaan media tanam termasuk nutrisi tanaman, pemilihan benih dan pemeliharaan yang benar dan tepat adalah titik titik penting yang perlu mendapatkan perhatian dari pelaku urbang farming.

Praktisi hidroponik Dr, Ir. Ani Andayani MAgr mengatakan peminat hortikultura, khususnya hidroponik seringkali menyerahkan urusan nutrisi tanamannya kepada buatan pabrik. “Nutrisi yang tersedia di pasaran itu seperti bumbu instan,  sudah tersedia larutan a dan b, kemudian tinggal dicampurkan dan seterusnya. Jadilah nutrisi hodroponik,” katanya.

Tapi menurutnya kalau bumbu instan, itu terkadang  kurang pedas, maka perlu kita tambah cabai. Bila bumbu instannya kurang manis perlu kita tambah gula. Demikian pula untuk nutrisi tanaman hidroponik, masing masing tanaman memerlukan nutrisi yang bisa berbeda.

BACA JUGA:

Mengatur Keseimbangan Daun dan Buah dalam Hidroponik

Pentingnya Kesehatan Akar dalam Hidroponik

Bahan bahan untuk membuat nutrisi dan elemen-elemennya menurut Ani Andayani di Indonesia   sudah bisa diperoleh di dalam negeri. Untuk Kalsium Nitrat ada beberapa jenis. Demikian juga ada beberapa jenis KNO3 dan lain lain. “Itu bisa diracik sendiri dan jauh lebih murah daripada kita beli instan,” jelasnya alumni IPB Bogor ini.

Bahkan menurut Ani, sekarang sudah tersedia unsur mikro yang sudah majemuk. Sudah disediakan secara instan di pasaran. Mencampurnya mudah sekali. “Saya mengerjakannya dengan mudah karena sudah evailabel,” tuturnya.

Racikan  nutrisi hidroponik yang dibuat Ani adalah racikan nutrisi hidroponik yang sudah terkenal di Jepang. “Saya sudah mencobanya untuk beberapa komoditas,” urainya.

Media yang dipilih Ani dalam urban farming adalah hydroculture atau hidroponik, namun didisain agar tidak menggunakan listrik karena mengandalkan sistem grafitasi, kecuali untuk menggerakkan aerator.

Media tanamnya dengan menggunakan bahan yang sangat sederhana, dibuat sendiri dengan menggunakan sponge atau busa. Busa atau spon dibuka, digunting kemduian benihnya  disisipkan, dan sponnya dilekatkan kembali.

Peralatan lainnya yang diperlukan dalam urban farming ini adalah baki yang diisi air dan baki yang diisi nutrisi. “Benih tersebut cukup disemai di baki berisi air saja. Kalau sudah dipindahkan ke bedengan baru diberi nutrisi.

 

Reporter : Som
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018