Saturday, 06 March 2021


Pentingnya Kesehatan Akar dalam Hidroponik

18 Feb 2021, 11:26 WIBEditor : Ahmad Soim

Kesehatan akar dalam hidroponik | Sumber Foto:Dok Ani Andayani

 

TABLOIDSINARTANI.COM, JAKARTA - Dalam hidroponik atau eroponik yang menggunakan air sangat penting memperhatikan kesehatan akar. Akarnya harus betul betul kita perhatikan. Akarnya harus betul betul sehat. Ciri dia sehat adalah akarnya tidak coklat, tidak hijau terkena lumut atau menguning karena respirasinya tidak baik.

Untuk container dalam hidroponik bisa dari kayu. Ani Andayani dengan luas hidroponik di atas ruangan garasi mobilnya seluas 5x7 m2, ukuran kontainernya 50 cm x 2 meter sebanyak tiga bedengan, tinggi baknya 10 cm, tinggi air bernutrisi 8 cm, selebihnya untuk styrofoam.

Styrofoam dibuat jaraknya 15x15 cm,  apabila untuk tanam tomat atau melon, bisa digunakan jarak 45 cm atau 30cm. Basisnya jaraknya 15cmx15cm.

BACA JUGA:

Memilih Media Hidroponik bagi Pemula

Mengatur Keseimbangan Daun dan Buah dalam Hidroponik

Usahakan dalam budidaya agar akarnya   bisa melakukan respirasi dengan baik. Kalau dengan media hidroponik  mutlak harus ada aerator untuk mensuplai nutrisinya agar ada oksigennya juga. Listrik tidak bisa dihindari, tapi hanya 10 watt untuk aerasi. Aerasi disini berfungsi untuk membuat gelombung di larutan di lubang lubang spon, kemudian kita membiarkan akar berkembang dengan baik dengan respirasinya secara baik.

Kalau kita bukan sponnya, ciri tanaman itu sehat adalah daunnya hijau, akarnya sehat dan berkembang dengan baik. Untuk mendapatkan tanaman yang sehat ini, kita perlu beberapa baki untuk memisahkan  antara larutan a dan b, yakni larutan kalsium dan pospor, karena  apabila keduanya bersatu dan diinapkan akan terjadi sedimentasi sehingga unsur tersebut tidak bisa diserap tanaman.

Kuncinya dalam tahapan tersebut, nutrisi harus dikuras dan diberi aerasi sehingga oksigen tersedia dengna baik.Saya mencoba untuk cabai yang konon sangat sulit dilakukan hidroponik.  Keluhannya, sering kerdil, keriting daunnya menggulung dan seterusnya. Pengalaman empiric saya,   pada saat bibit awal kita lakukan perompelan tunas air di bawah cabang, kemudian setelah semua bisa berkembang dengan baik, pucuk pucuknya kita rompes, juga di saat buahnya sudah hampir 1-2 cm. “Secara kebetulan hasilnya sangat baik,” katanya.

Reporter : Som
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018