
Mentan SYL saat berkunjung ke Sumdang
TABLOIDSINARTANI.COM, Sumedang---Gerjolak harga cabai menjelang Idul Adha membuat kaum ibu rumah tangga 'kepedasan'. Ada beberapa faktor yang membuat harga cabai melonjak.
"Memang ada dinamika harga menjelang hari raya Idul adha. Dan ini adalah momentum yang terjadi setiap tahun, idul Fitri, Idul Adha, Natal dan Tahun Baru. Tapi kami hadir di sini, bersama Pak Bupati dan jajaran lainnya untuk memastikan bahwa cabai tersedia cukup," kata Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo saat berkunjung ke Desa Sukawangi, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat meninjau ketersediaan cabai sekaligus melakukan panen raya cabai, Sabtu (2/7).
Turut mendampingi Anggota Komisi IV DPR RI, Sutirsno, Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, serta beberapa pejabat eselon 1 Kementan.
Selain faktor jelang Idul adha terjadi gejolak harga cabai menurut Mentan SYL juga dipengaruhi oleh kondisi anomali cuaca dan serangan hama penyakit yang massif sehingga membuat hasil panen petani tidak optimal. Disamping itu, ia menambahkan dibukanya PPKM, kebutuhan Horeka juga turut meningkatkan permintaan cabai.
"Saya lihat Sumedang ini bagus. Menurut laporan cabai-nya surplus. Kalau begitu, Sumedang bisa menyuplai daerah lainnya yang defisit," ungkapnya. Wilayah Pamulihan merupakan sentra cabai di Sumedang selain di wilayah perkebunan Gunung Sindulang, Cimanggung, dan Wado. Berdasarkan data early warning system (EWS) bulan Juni hingga Juli, ketersediaan cabai baik cabai besar maupun cabai rawit di Kabupaten Sumedang juga mengalami surplus.
Produksi cabai besar dan rawit bulan Juni, sebanyak 515 ton dan 393 ton, sementara kebutuhan cabai besar dan rawit adalah, 324 ton dan 307 ton. Untuk bulan Juli, produksi cabai besar dan rawit mencapai 500 ton dan 337 ton sedangkan kebutuhan untuk kedua cabai tersebut adalah 353 ton dan 321 ton.
Berdasarkan data ketersediaan cabai, SYL mengatakan, produksi cabai besar nasional pada Juni sebesar 78.040 ton dan cabai rawit 1.723 ton. Sementara kebutuhan untuk cabai besar diperkirakan 76.317 ton sehingga neraca cabai besar surplus 1.723 ton. Hal yang sama juga terjadi pada cabai keriting, ada surplus 1.403 ton karena kebutuhan nasional bulan Juni diperkirakan 72.159 ton.
Kenaikan harga cabai pada sisi lain menurut Mentan juga berdampak pada pendapatan petani. "Tadi ada yang membahagiakan, ternyata dari kenaikan yang ada, petani juga turut menikmati. Jadi jangan sampai hanya pedagang saja. Tentu konsumen juga harus kita perhatikan bersama juga," katanya.