Friday, 25 September 2020


Tahu Bukan Hanya Milik Sumedang

09 Jul 2020, 09:13 WIBEditor : Ahmad Soim

Tahu Sumedang | Sumber Foto:Memed Gunawan

Oleh: Dr Memed Gunawan

 

TABLOIDSINARTANI.COM - Popularitas nama dalam bisnis teramat penting, walaupun terkadang yang disandang sama sekali tidak terkait dengan barangnya. Rokok Gudang Garam atau Bentul misalnya. Barang jualan punya nama, nama generiknya adalah nama depan, dan nama jualannya adalah nama belakang, semacam Family Name-lah yang ternyata menentukan keberlangsungan usaha.

Tahu misalnya, adalah nama generik, tetapi ketika ada nama Sumedang di belakangnya, nilainya jualnya meningkat berkali-kali lipat. Siapa yang tidak mengenal nama Tahu Sumedang yang jauh lebih terkenal dari kota Sumedangnya sendiri. Begitu sampai di kota ini yang pertama ditanya adalah “Di mana yang jual Tahu Sumedang?”

Tahu yang leluhurnya berasal dari Tiongkok dan bernama toufu itu sudah menjadi semacam makanan pokok di Indonesia. Ini adalah makanan wong cilik karena harganya terjangkau oleh kantong orang miskin, tetapi lama-lama, karena ternyata makanan sehat, mulai jadi pembicaraan para pakar gizi dan dianjurkan dikonsumsi orang bermasalah kesehatan untuk mengurangi kolesterol, tekanan darah tinggi dan obesitas.

Tahu itu kandungan proteinnya tinggi, setiap 100 gram tahu mencapai 10,9 gram, kalsiumnya 223 mg, karbohidratnya rendah, hanya  0.8 gram dan lain-lain yang serba baik. Juga tidak mengandung kolesterol. Mengonsumsi tahu dipercaya akan mengurangi antara lain risiko diabetes, mengurangi kadar kolesterol dalam darah,  menjaga kesehatan jantung.  

Kini orang Amerika dan Eropa mulai menyantap produk kedelai ini untuk bisa hidup lebih sehat, walaupun mungkin matanya berkedip-kedip karena pasti mereka lebih suka makan daging dari pada tahu. Sebenarnya mereka memproduksi dan mengekspor kedelai dalam jumlah besar sehingga bisa membuat tahu sendiri. 

Tahu datang bersama dengan dengan migran dari Tiongkok, diusahakan dan secara turun temurun oleh mereka, dan  kini mulai dilakukan oleh siapa pun yang ingin menekuninya. 

Dua dekade lalu, nama Tahu Sumedang adalah nama besar. Di Jakarta, KW2 Tahu Sumedang biasa ditemui di berbagai kereta dorong penjual tahu yang rasanya tentu saja berbeda. Rasanya berbeda jauh. Krispi kulit luarnya dan rongga besar-besar di dalamnya tidak match dengan kualitas Tahu Sumedang. Asinnya saja beda!

Tetapi tunggu dulu. Migran Tiongkok tidak hanya datang di Sumedang. Mereka juga menyebar ke daerah lain membawa teknologi tahu. Di Kuningan tekstur tahu agak berbeda. Kulitnya tetap krispi, dalamnya lebih padat dan empuk. Tetap lezat dimakan dengan ketupat atau kecap dan cabe rawit.

Bahkan bagi sebagian orang, Tahu Kuningan lebih nikmat dibandingkan dengan Tahu Sumedang. Warung Tahu Kopeci yang terkenal adalah tempat mengantri karena begitu banyaknya orang mau membeli. Kopeci menjadi varian baru Tahu Kuningan, seperti halnya Tahu Bongkeng di Sumedang merupakan varian baru Tahu Sumedang.

Di Kediri kualitas tahu berbeda lagi. Tahunya padat, kulitnya lembut dan tipis, isinya berpori kecil dan dipotong lebih besar dibandingkan Tahu Sumedang yang kecil-kecil. Tampilannya rapi bak gadis berambut panjang lurus tersisir rapi. Anggun. Dia tidak kurang penggemar, dan namanya sudah terkenal di seantero Jawa khususnya.

Dan terakhir yang dibahas di tulisan ini adalah Tahu Susu Lembang. Pendatang baru yang muncul mungkin awal dekade lalu itu secepat kilat menarik perhatian penyuka tahu. Dengan berbahan kedele dan susu, tekstur tahu ini menjadi begitu lembut dan padat. Tampilannya luarnya tidak semulus Tahu Kediri, potongannya juga mudah berubah karena teksturnya yang lembut, tetapi rasa, membuat kita tak bisa berhenti makan.

Turis lokal yang berbondong-bondong ke Bandung pada akhir minggu selalu dititipi pesan untuk membeli dan membawa oleh-oleh Tahu Susu Lembang. Dia tidak sadar jalan Bandung-Lembang pada saat weekend macet setengah mati. “Pesan online aja ya, Mbak. Ke Lembang macet!” Itu jawabnya. 

 

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018