Petani bawang di tengah hasil panennya
TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Bawang merah menjadi komoditas penting yang kerap bergejolak, bahkan memicu inflasi, terutama menjelang Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Guna mengendalikan pasokan, Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Hortikultura melakukan beberapa langkah strategis.
Salah satunya membentuk Champion. Champion merupakan petani penggerak serta partner pemerintah dalam mendukung upaya stabilisasi pasokan dan harga nasional. Sebanyak 17 champion bawang merah lainnya juga siap mendukung penyediaan bawang merah untuk wilayah minus. Total stok yang disiapkan pada Maret sebanyak 892 ton dan April 844 ton.
Salah satu Champion bawang merah Kabupaten Nganjuk, Akat menyatakan kesiapannya mendukung pemerintah dalam mengamankan pasokan menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 1444 H. “Kondisi pasokan bawang merah sampai April aman, harga juga relatif stabil. Petani binaan kami rencana panen bawang merah sekitar 300 hektar sampai puasa,” ujar Akat yang juga Ketua Gapoktan Luru Luhur, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, Sabtu (25/2).
Menurut Akat, Nganjuk saat ini memiliki stok benih yang cukup banyak sehingga tidak ada permasalahan dalam ketersediaan benih yang dapat mempengaruhi harga. Adapun bawang merah yang ditanam di Nganjuk adalah varietas Tajuk dengan produktivitas mencapai 11-18 ton/ha.
Saat ini harga ditingkat petani mencapai Rp 22 ribu/kg dan di konsumen mencapai Rp 25-26 ribu/kg. "Bulan Maret dan April kami siapkan masing-masing 71 ton, sewaktu-waktu diminta kami siap kirim ke wilayah minus dengan selisih harga Rp 5.000 lebih rendah,” ujarnya.
Tercatat pada 2022, berdasarkan data ASEM BPS, produksi bawang merah Nganjuk mencapai 193.988 ton dengan luas panen mencapai 17.345 ha. Adapun total produksi se-Jawa Timur sekitar 478.393 ton dengan luas panen 51.607 ha. Produksi bawang merah di Jawa Timur selain untuk memasok Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ) dan wilayah Jawa, selama ini juga telah menjadi penyangga kebutuhan bawang merah di Pulau Kalimantan, Sulawesi, Papua hingga Papua Barat.
Unntuk mendukung pasokan, petani melakukan pengaturan pola tanam. Baca halaman selanjutnya.