
Dari jahe Halina sampai buah merah Mbarugum, ini daftar varietas tanaman obat unggulan Indonesia 2001–2020 yang jadi andalan petani dan industri herbal.
TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor -- Dari jahe Halina sampai buah merah Mbarugum, ini daftar varietas tanaman obat unggulan Indonesia 2001–2020 yang jadi andalan petani dan industri herbal.
Indonesia punya kekayaan herbal yang luar biasa, yang membuat industri jamu dan obat tradisional terus berkembang. Dari jahe, kunyit, kencur, hingga jeruk nipis, varietas unggulan ini menjadi bahan baku utama bagi pabrik herbal.
Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Ahmad Sunusi, membagikan daftar lengkap varietas unggulan dalam Workshop Herba Medika: The New Era of Downstream yang digelar BRMP TROA. Selasa (11/11).
Menurut Sunusi, varietas yang dilepas oleh Kementerian Pertanian bukan sekadar nama. Setiap varietas lahir dari riset panjang, memiliki rasa khas, kandungan minyak atsiri optimal, serta ketahanan terhadap hama.
Jahe menjadi salah satu contohnya, dengan varietas seperti Cimanggu, Jahira, Halina, dan Jewot, yang memiliki aroma dan rasa berbeda serta ketahanan yang bervariasi.
Kunyit juga memiliki varietas unggulan seperti Turina dan Cordonia, yang sangat cocok untuk kebutuhan industri jamu dan obat herbal.
Selain itu, kapulaga dengan Salaka dan Dewangga, kencur dengan Galesia, Papan Kentala, dan Gading, serta lidah buaya Pontianak yang terkenal dengan kualitas gelnya, turut memperkuat pasokan bahan baku herbal.
Lempuyang Ziarina, pegagan Castina, purwoceng Pruacan, sambiloto Sambina, dan temulawak Bathok serta Cursina, semuanya termasuk varietas yang dilepas untuk mendukung industri tanaman obat.
Jeruk nipis pun memiliki lima varietas unggulan, termasuk Sitaya, Krisma, Nimas, Kalamansi FR, dan Borneo, sementara buah merah Mbarugum menambah keberagaman produk herbal Indonesia.
Ahmad Sunusi menekankan bahwa varietas ini menjadi fondasi penting dalam pengembangan industri herbal. Dengan pemilihan varietas yang tepat dan penerapan teknologi pengolahan modern, bahan baku ini dapat diubah menjadi produk herbal yang bernilai tinggi, aman dikonsumsi, dan siap bersaing di pasar global.
“Dengan mengoptimalkan varietas unggul yang telah dilepas, kita bisa mendorong pertumbuhan industri herbal Indonesia menjadi lebih kuat, inovatif, dan berkelanjutan,” ujar Sunusi.
Dari jahe hingga jeruk nipis, semua varietas ini punya peran penting dalam menjadikan Indonesia sebagai produsen herbal kelas dunia, sekaligus mendukung petani dan pelaku industri untuk terus berinovasi.