Wednesday, 21 October 2026


Produktivitas Kentang Kerinci Naik 8,76 Persen, Kementan Siapkan Jurus Perluasan Pasar

03 Feb 2026, 12:05 WIBEditor : herman

Petani Kerinci panen kentang

TABLOIDSINARTANI.COM Kerinci --- Produktivitas kentang di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, menunjukkan tren positif sepanjang 2025.

Berdasarkan data Statistik Pertanian Hortikultura, produktivitas panen kentang meningkat 8,76 persen, dari 16,7 ton per hektare pada 2024 menjadi 18,2 ton per hektare pada 2025. Kenaikan ini turut mendorong peningkatan produksi dan pasokan kentang ke pasar.

Menyikapi capaian tersebut, Kementerian Pertanian (Kementan) menekankan pentingnya perluasan akses pasar dan penguatan hilirisasi agar peningkatan produksi di tingkat petani sejalan dengan kenaikan nilai tambah dan pendapatan.

Data Statistik Pertanian Hortikultura per 29 Januari 2026 mencatat, kondisi iklim sepanjang musim tanam 2025 relatif mendukung budidaya sayuran umbi, termasuk kentang. Hal ini membuat sejumlah sentra produksi, termasuk Kerinci, memasuki periode panen raya dengan hasil yang optimal.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Kerinci, Radium Halis, menyebut Kerinci merupakan salah satu sentra kentang utama di Provinsi Jambi bahkan di wilayah daratan Sumatera. Produksi kentang tersebar di beberapa kecamatan, seperti Kayu Aro Barat, Gunung Tujuh, Kayu Aro, dan Gunung Kerinci.

“Sepanjang 2025, produksi kentang Kerinci mencapai 131.387 ton dengan luas panen sekitar 7.212 hektare,” ujar Halis, Sabtu (31/1/2026).

Ia menambahkan, pemerintah daerah terus berupaya menjaga stabilitas harga di tingkat petani dengan membuka akses pasar antardaerah. Selain itu, Pemkab Kerinci juga aktif berkolaborasi dengan pemerintah pusat dan pelaku usaha kentang nasional untuk mengembangkan kawasan kentang Kerinci.

“Kita bersyukur produktivitas panen saat ini bagus. Sesuai arahan Bapak Bupati, kami terus mengupayakan perluasan pasar agar harga tetap menguntungkan petani,” kata Halis.

Tak hanya fokus pada pemasaran, penguatan hulu produksi juga menjadi perhatian. Dinas Pertanian Kabupaten Kerinci bersama Kementerian Pertanian saat ini tengah mengembangkan planlet kentang di Balai Benih Induk Kentang Kayu Aro.

“Balai ini nantinya akan menghasilkan benih kentang kelas G-nol yang akan dibagikan kepada petani penangkar. Ini sejalan dengan visi, misi, dan program unggulan Bupati Kerinci,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Muhammad Agung Sunusi, memastikan ketersediaan kentang nasional, khususnya kentang sayur varietas granola, berada dalam kondisi sangat mencukupi.

“Produksi kentang nasional kumulatif sepanjang 2025 mencapai 1.235.939 ton dengan luas panen 67.758 hektare. Sentranya tersebar dari Aceh hingga Sulawesi Utara dan didominasi kentang sayur varietas granola. Untuk jenis ini, produksi kita sangat mencukupi kebutuhan,” terang Agung.

Menurutnya, Kementerian Pertanian terus mendorong pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan melakukan terobosan untuk menjaga stabilitas produksi dan harga kentang.

Langkah tersebut antara lain melalui pemberdayaan BUMD, penguatan jejaring pelaku usaha, pengembangan diversifikasi produk olahan berbahan baku kentang, serta kerja sama dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis.

“Perluasan akses pasar dan hilirisasi menjadi langkah konkret untuk meningkatkan nilai tambah sekaligus membantu kesejahteraan petani kentang. Semua pihak harus berkolaborasi,” pungkasnya.

Sejalan dengan itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berulang kali menegaskan pentingnya hilirisasi komoditas pertanian lokal. Menurutnya, hilirisasi menjadi kunci transformasi sektor pertanian nasional.

“Hilirisasi adalah kunci. Jika ini bisa kita dorong dengan komitmen kuat dalam 10 tahun ke depan, Indonesia berpeluang menjadi negara superpower,” tegas Mentan Amran.

 

Reporter : eko
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018