Senin, 18 Februari 2019


Alpukat, Harta Terpendam dari Tana Toraja

17 Okt 2018, 12:43 WIBEditor : GESHA

Tana Toraja ternyata menyimpan potensi alpukat yang bagus | Sumber Foto:HUMAS HORTIKULTURA

TABLOIDSINARTANI.COM, Tana Toraja --- Bicara keindahan alam Tana Toraja yang terletak di Sulawesi Selatan memang tidak akan ada habisnya. Alam Tana Toraja ternyata juga menyimpan potensi buah, yaitu alpukat. 

Tanaman alpukat disana ternyata berkembang pesat yaitu mencapai 410 hektar dengan jumlah produksi pada tahun 2017 sebesar 896,4 ton. Rata-rata produksi per hektar 2.186 kg dengan jarak tanam 10 x 10 m. 

Pengembangan alpukat di kabupaten ini umumnya masih diusahakan secara tradisional dan hanya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat. 

Pasarnya sendiri dengan memenuhi permintaan hotel dan restaurant yang tumbuh dan berkembang di Kabupaten Toraja Utara ini.

Ada juga dijual sampai ke Makassar, ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan, dengan rata-rata harga jual buah alpukat di pasar tradisional sekitar Rp 20.000/kg.  

Hal tersebut mudah dipahami mengingat jumlah wisatawan, hotel serta restoran terus meningkat dan membutuhkan pasokan buah secara kontinu. 

Alpukat dari Toraja ini memiliki kekhasan tersendiri sebab memiliki ciri-ciri antara lain bentuk buah hijau panjang seperti pear (pyriform), daging buah tebal, kulit berwarna hijau serta rasa yang gurih seperti mentega. 

Di Toraja Utara, alpukat sudah mulai berbuah di usia sekitar 2 sampai 3 tahun. Satu pohon mampu menghasilkan 60 – 90 kg dengan berat rata-rata per buah 0,3 – 0,5 kg. 

Sentra produksi dominan di dataran tinggi meliputi Kecamatan Baruppu, Kecamatan Buntu Pepasan, dan Kecamatan Rindingallo.

Puncak panen pada November – Desember dan ketika memasuki masa panen, alpukat ini banyak ditemukan di pasar-pasar Kabupaten Toraja Utara.

Diharapkan GAP

Melihat potensi alpukat di Kabupaten Toraja Utara maka Direktur Buah dan Florikultura, Sarwo Edhy mengharapkan agar pengembangan alpukat di Kabupaten Toraja Utara dapat dilakukan dengan memperhatikan kaidah budidaya yang baik dan benar sesuai standar GAP dan SOP.

"Harapannya agar pengembangan alpukat di Kabupaten Toraja Utara dapat dilakukan dengan memperhatikan kaidah budidaya yang baik dan benar (GAP/SOP), sehingga dapat meningkatkan mutu dan jumlah produksi buah serta menembus pasar yang lebih luas", jelas Sarwo.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Toraja Utara, Medan Sandabunga, SP mengharapkan agar alpukat Toraja Utara bisa dinikmati oleh semua kalangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

"Kami berharap alpukat lokal ini bisa dinikmati oleh semua kalangan sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan petani hortikultura di Kabupaten Toraja Utara", ujar Medan.

Reporter : Kontributor
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018