Kamis, 22 Agustus 2019


Durian Pandeglang Kian Menggoda, Bisa Tambah Nilai Ekspor

03 Peb 2019, 22:18 WIBEditor : Gesha

Festival durian kini dilakukan dimana-mana untuk memperkenalkan beragam durian lokal Indonesia. | Sumber Foto:HORTIKULTURA

Produksi durian nasional pada 2017 mencapai 795 ton dan ekspornya sebesar 240 ton. Di tahun 2018, produksi dan ekspor durian mengalami kenaikan yang cukup drastis yakni produksinya sebesar 819.654 ton dan ekspor 1.086 ton.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Pandeglang --- Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya meningkatkan produksi hingga volume ekspor durian. Salah satu upaya yang masif dilakukan yakni mendukung pengembangan budidaya berbagai varietas durian yang dimiliki masing-masing daerah, seperti Festival Durian yang kini seringkali diadakan di beberapa tempat.

Kali ini giliran Kabupaten Pandeglang yang mengadakan Festival Hortikultura yang menjadikan Durian Pandeglang sebagai primadonanya.

Direktur Jenderal Hortikultura, Suwandi mengatakan durian Pandeglang memiliki peluang yang sangat besar untuk terus ditingkatkan produksi dan volume ekspornya. Pasalnya, secara agroklimat durian dapat tumbuh dengan baik dan secara ekonomis sangat menguntungkan, sekaligus berpotensi untuk dijadikan sebagai kawasan wisata agribisnis.

Festival Hortikultura ini merupakan event yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Pandeglang. Diikuti oleh 41 peserta kontestan dengan 52 varietas durian yang dipamerkan meliputi Potret, Ketan LS, Aseupan, DT, Tambaga, Kunir, Dampit, Jurig, Kuning, Ketan MSD, Bolondo, GK, Tapak, Branjangan, Layung, Manalagi, Oreg, Kembar, Denoks, Bong, Roti, Kandel, BOM, Siung, Bedul, Paku, Rampayah, Kertas, Kanyere, Manohara, Muringis, Jaya, Amah, Tengging, Bintang, Rampayak Mentega, Ketan Alkirom, CR, Exel.

"Sesuai arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk menggenjot ekspor, pengembangan durian Pandeglang sangat diperlukan. Kuncinya pemerintah pusat, pemerintah daerah dan pelaku usaha harus bersinergi membantu petani,” tutur Suwandi.

Berdasarkan data BPS, produksi dan ekspor durian setiap tahun mengalami kenaikan. Produksi pada 2017 mencapai 795 ton dan ekspornya sebesar 240 ton. Di tahun 2018, produksi dan ekspor durian mengalami kenaikan yang cukup drastis yakni produksinya sebesar 819.654 ton dan ekspor 1.086 ton.

"Durian lokal Pandeglang punya peluang ekspor yang cukup besar karena memiliki kualitas yang tak kalah dengan durian yang berasal dari negara lainnya. Buktinya, durian asal Indonesia telah menembus banyak negara seperti pasar Hongkong, China, Malaysia, Vietnam, Singapura, Saudi Arabia hingga Belanda," ujar Suwandi.

Suwandi melansir data dari BPS yang menyebutkan bahwa di tahun 2017, ekspor durian dari Indonesia mengalami defisit. Namun di tahun 2018, keadaan tersebut berbalik arah menjadi surplus sebanyak 700 ton. "Artinya, Indonesia boleh dikatakan eksportir durian," sebut Suwandi.

Pada Festival Hortikultura ini, banyak dipamerkan durian lokal asal Pandeglang yang baik rasa maupun kesegarannya tidak kalah dengan produk buah asal negara lain.

“Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten Pandeglang agar mendukung petani durian segera mendaftarkan varietas durian yang berasal dari daerah masing-masing dan melepasnya.  Sehingga nantinya bisa tercatat sebagai varietas resmi serta bisa dijual secara komersil yang pada gilirannya dapat meningkatkan kesejahteraan petani," jelasnya.

Suwandi menuturkan durian saat ini sedang musim panen di beberapa daerah sentra yang berlangsung hingga April. Apalagi cita rasa durian lokal lebih enak dan harga terjangkau.

"Artinya, durian tidak hanya diminati dalam negeri. Kami optimis di tahun 2019 ini volume ekspor durian semakin naik. Durian Pandeglang salah satu pendukung ekspornya," beber Suwandi.

Bupati Pandeglang, Irna Narulita mengajak kepada seluruh warga Pandeglang untuk terus memelihara lingkungan dan mencintai produk buah nusantara. Festival Hortikultura dan Kontes Durian ini akan dilaksanakan secara rutin setiap tahun.

"Pemerintah daerah berkomitmen terus membantu petani. Sentra produksi durian di Kabupaten Pandeglang tersebar di Kecamatan Kaduhejo, Majasari, Cadasari, Mandalawangi, dan Carita. Harga durian sangat ini menguntungkan, berkisar Rp 30.000 hingga Rp 65.000 per butir," ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang, Budi S. Januardi menambahkan Pandeglang memiliki dua varietas durian lokal yang sudah di sertifikasi, yaitu varietas Si Radio dan Si Sepah.

“Hari ini akan dilauching tiga varietas durian lokal lainnya yakni Ketan Jaya, Baranjang dan Gringsing”, lanjutnya

Reporter : Salsabila Hanandita Syifa'
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018