Sabtu, 19 Oktober 2019


Durian Bener Meriah, Potensi Besar yang Perlu Sentuhan Promosi

09 Apr 2019, 12:47 WIBEditor : Yulianto

Festival durian di Kab. Bener Meriah | Sumber Foto:Fathan

Dengan elevasi wilayah di bawah 1.000 mdpl, di beberapa kecamatan seperti Timang Gajah, Gajah Putih, Pintu Rime Gayo dan Syiah Utama, Kabupaten Bener Meriah memiliki potensi pengembangan komoditi durian yang cukup perpektif

TABLOIDSINARTANI.COM, Bener Meriah---Durian Medan, menjadi salah satu durian yang paling terkenal dari Pulau Sumatera. Padahal salah satu jenis durian asal Pulau Sumatera lainnya yakni, durian Bener Meriah juga tak kalah nikmatnya. Namun pamornya kurang tenar ketimbang durian Medan.

Dengan elevasi wilayah di bawah 1.000 mdpl, di beberapa kecamatan seperti Timang Gajah, Gajah Putih, Pintu Rime Gayo dan Syiah Utama, Kabupaten Bener Meriah memiliki potensi pengembangan komoditi durian yang cukup perpekstif. Data statistik pertanian, daerah ini memiliki lahan perkebunan durian seluas lebih dari 500 ha dengan produksi 1.065 ton pada tahun 2017 yang lalu.

Januari-April adalah bulan-bulan durian memasuki masa panen di beberapa wilayah di kabupaten Bener Meriah. Pada bulan-bulan ini, pengguna jalan yang melintasi jalan nasional Bireuen-Takengon, dapat melihat deretan penjaja durian di sepanjang jalan di wilayah Pintu Rime Gayo, Gajah Putih dan Timang Gajah. Pengguna jalan bisa berhenti sejenak untuk meninkmati buah favorit bagi banyak orang ini, dengan harga yang cukup bersahabat.

Namun, meski sudah cukup lama berkembang di daerah ini, durian Bener Meriah nyaris belum banyak di kenal oleh masyarakat luar, kecuali mereka yang pernah mengunjungi atau melewati daerah ini. Ini diakui Plt. Bupati Bener Meriah, Tgk. Syarkawi karena minimnya publikasi dan promosi buah unggulan di kabupatennya ini. “Kalau kita keluar daerah, orang hanya mengenal durian Medan atau durian Kutacane, tapi hampir tidak pernah kita dengar durian Bener Meriah,” katanya.

Syarkawi mengakui, kondisi ini akibat minimnya publikasi dan promosi. Kalau kopi sudah sering dipromosikan keluar sehingga kopi Gayo sudah sangat dikenal di luar daerah maupun luar negeri.

Menyikapi kondisi ini, kepala daerah yang selalu tampil bersarung yang lebih akrab dipanggil Abuya ini menggagas diselenggarakan festival durian di daerahnya. Dengan prakarsa Dinas Pariwisata, Dinas Pertanian dan Dinas Kominfo Bener Meriah serta dukungan komunitas Beru Bujang Gayo Bener Meriah (BBGBM), awal Maret 2019 lalu, digelarlah “Festival Durian Bener Meriah’.

Kawasan wisata Air terjun Reje Ilang di desa Meriah Jaya kecamatan Gajah Putih yang merupakan salah satu sentra produksi durian di Bener Meriah, menjadi pilihan untuk penyelenggaraan festival durian perdana ini.

Kepala Dinas Kominfo Bener Meriah, Irmansyah menyadari publikasi dan promosi durian Bener Meriah masih sangat minim. Karena itu, melalui festival ini pihaknya berupaya mengangkat potensi pertanian unggulan daerah, sekaligus memperkenalkan destinasi wisata yang ada.

“Pemerintah daerah sudah mencanangkan festival ini akan menjadi agenda tahunan yang akan digelar setiap tahun, mudah-mudahan ini dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat” ungkap Irmansyah.

Reporter : Fathan MT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018