Wednesday, 21 October 2026


Ngencang Kambing dan Domba Kembali Digelar, Ajang Silaturahmi Peternak Jateng dan Jabar

14 Aug 2025, 14:55 WIBEditor : Herman

Ngencang Kambing dan Domba

TABLOIDSINARTANI.COM, Cilacap --- Ngencang Kambing dan Domba – Ngopi Bareng Peternak 2025 kembali digelar. Ratusan peternak dari Cilacap, Purbalingga, Banyumas, hingga beberapa daerah di Jawa Barat memadati Desa Penyarang, Kecamatan Sidareja, Kabupaten Cilacap tempat dilangsungkannya ajang silaturahmi sekaligus pameran ternak unggulan ini.

Sorotan utama datang dari seekor Kambing Jantan Peranakan Etawa (PE) kepala cokelat milik Arjuna Farm Purbalingga yang berhasil menyabet gelar Kambing PE Jantan Terfavorit. Kemenangan ini tak hanya menjadi kebanggaan sang pemilik, tetapi juga menjadi inspirasi bagi para peternak lain.

Ketua Panitia sekaligus Ketua Kelompok Ternak Bala Ngarit, Tri Margono, mengungkapkan bahwa semangat beternak warga Desa Penyarang meningkat pesat sejak gelaran serupa tahun lalu.

“Event ini memotivasi peternak untuk terus mengembangkan kualitas ternaknya. Mereka bisa melihat langsung berbagai jenis kambing dan domba unggulan, lalu mencari referensi di internet, termasuk desain kandang yang lebih modern,” ujarnya.

Hampir setiap rumah di Desa Penyarang memiliki kandang kambing atau domba. Selain menjadi kebanggaan, ternak ini menjadi sumber penghasilan utama, terutama menjelang Idul Adha.

Menariknya, seluruh kegiatan ini dibiayai secara swadaya oleh anggota Kelompok Ternak Bala Ngarit yang berjumlah 30 orang.

Setiap bulan, mereka mengumpulkan kas dalam bentuk kotoran hewan (kohe) kambing sebanyak dua karung per anggota, yang kemudian dijual seharga Rp10.000–Rp12.000 per karung. Hasil penjualan digunakan untuk kas, obat hewan, dan penyelenggaraan event.

“Kami berharap ada dukungan dan pendampingan dari pemerintah. Acara ini bukan hanya hiburan, tapi juga untuk kepentingan umum para peternak kambing dan domba,” tambah Tri.

Sementara itu, Nurfaizin, pemilik Arjuna Farm sekaligus peraih piala Kambing PE Jantan Terfavorit, mengatakan keikutsertaannya adalah untuk mempererat silaturahmi antarpeternak.

“Silaturahmi itu penting. Kami ingin saling memotivasi. Kambing PE kepala cokelat yang kami bawa ini bernilai sekitar Rp35 juta, sementara yang kepala hitam bisa mencapai Rp50 juta,” ungkapnya.

Ia menambahkan, perawatan kambing dilakukan secara rutin, mulai dari mandi dua kali seminggu, perawatan bulu dengan conditioner, hingga pemberian pakan utama berupa rambanan dan ampas tahu, ditambah pisang matang sebagai suplemen.

Sumargo dari Paguyuban Wedus Cilacap (PWC) menutup acara dengan pesan persatuan.

“Banyak kelompok peternakan yang ada, tapi di sini kita bersanding, bukan bersaing. Kebersamaan inilah yang membuat peternak kambing dan domba semakin kuat,” pungkasnya.

 

Reporter : Wasis
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018