Senin, 22 April 2019


Harga Anjlok, Petani Manggis Minta Kementan Bantu Eksportir

08 Peb 2019, 16:54 WIBEditor : Ahmad Soim

Petani manggis di Karacak Leuwiliang mengeluhkan harga jual buahnya yang anjlok | Sumber Foto:Ahmad Soim

Petani hanya kebagian Rp 500 per kg, atau 50 ribu per 1 kuintal.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, BOGOR – Produksi manggis petani pada musim panen kali ini tidak mampu diserap pasar lokal. Di beberapa tempat, eksportir juga kewalahan untuk menyerapnya. Akibatnya harga manggis di tingkat petani jatuh hingga Rp 2500 per kg.

 

Ketua Kelompok Bina Usaha Tani Manggis Al Ihsan di Desa Karacak, Leuwiliang, Kabupaten Bogor Nanang Koswara mengatakan untuk biaya metik buah  Rp 2.000 per kg. “Sehingga petani hanya kebagian Rp 500 per kg, atau 50 ribu per 1 kuintal, atau Rp 500 ribu per ton,” tambah Nanang yang anggota kelompoknya mengelola sekitar 21 ha kebun manggis terigistrasi GAP.01-32.01.27-I,037 pada 25 Januari 2018.

 

“Tahun lalu kami bisa mendapatkan keuntungan bersih lebih dari Rp 200 juta dari ¾ ha kebun manggis,” kata Patria menambahkan. Saat ini petani yang terbagung dalam kelompok Bina Usaha Al Ihsan sedang panen terakhir. “Tahun lalu harga panen terakhirnya Rp 7.500 per kg, sekarang jatuh hanya Rp 2.500 – 3.000/kg,” tambahnya.

 

Dia mengungkapkan harga jual anjlok di desanya terjadinya karena ketatnya Karantina Pertanian menjaga kualitas manggis ekspor. “Saya memasok manggis untuk eksportir 3 ton kualitas super premium. Setelah sampai instalasi  Karantina Pertanian di Jakarta tidak lolos, sehingga kami rugi Rp 6 ribu per kg manggis,” tambah Asep.

 

Sebagai pedagang pengumpul Asep dalam menentukan harga mengikuti harga pasaran. “Jika harga pasar rendah, maka kami membeli manggis petani pun rendah. Karena kami harus dapat untung,” tambahnya.

 

Dia berharap pemerintah mau memberikan bimbingan kepada eksportir dan petani agar produk manggis petani bisa diekspor. “Kalau harga jual manggisnya tinggi, kami mau untuk bekerja lebih membersihkan manggis dari semut dan kotoran,” tambah Asep.

 

 

Reporter : Som
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018