Jumat, 13 Desember 2019


Tingkatkan Kualitas Angrek Indonesia, Petani Bunga Dilatih Trainer Taiwan

06 Jun 2019, 09:25 WIBEditor : Gesha

Dalam pelatihan ini Dr. Shu Pei Chen mengajarkan tehnik menghasilkan anggrek bermutu, bebas hama dan penyakit serta penerapan teknologi budidaya anggrek yang baik dan benar. | Sumber Foto:Farida

Materi yang diberikan antara lain teknologi dan manajemen dalam menghasilkan anggrek yang bermutu, manajemen pengendalian OPT, Q & A serta manajemen usaha tani dan keuangan.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Lembang --- Di pasar global, Anggrek Indonesia memang sudah terkenal. Sayangnya hingga sekarang, volume impor anggrek berupa botolan maupun seedling masih sangat tinggi karena kemampuang petani lokal untuk menghasilkan kualitas anggrek bermutu masih rendah. 

Tercatat pada tahun 2018 saja, ada impor sekitar  113 ton dengan nilai Rp 17,2 miliar hanya untuk memenuhi permintaan pasar domestik maupun ekspor yang terus meningkat. Oleh karena itu pemerintah mendorong pengembangan anggrek untuk mengurangi impor.

Di sisi lain, Taiwan merupakan kiblat industri peranggrekan dunia dan Indonesia memiliki hubungan kerjasama bilateral dengan negara tersebut dalam Indonesian Economic and Trade Office – The Taipei Economic and Trade Office (IETO – TETO). Beberapa waktu lalu, Direktorat Jenderal Hortikultura bekerja sama dengan Taiwan Technical Mission (TTM) menyelenggarakan pelatihan Budidaya dan Manajeman Usaha Anggrek di BBPP Lembang.

Peserta merupakan pelaku anggrek dan petugas lapangan dari 3 (tiga) provinsi, yaitu Jawa Barat, Banten dan DKI serta para widyaiswara di BBPP Lembang sejumlah 60 orang. Pada pelatihan tersebut, Taiwan Technical Mission (TTM) menghadirkan expert dari Taiwan yaitu Dr. Shu Pei Chen, Peneliti di Lembaga Riset Anggrek di Taiwan.

Dalam pelatihan ini Dr. Shu Pei Chen mengajarkan tehnik menghasilkan anggrek bermutu, bebas hama dan penyakit serta penerapan teknologi budidaya anggrek yang baik dan benar.

Materi yang diberikan antara lain teknologi dan manajemen dalam menghasilkan anggrek yang bermutu, manajemen pengendalian OPT, Q & A serta manajemen usaha tani dan keuangan.  

"Agar alumni pelatihan ini menjadi champion dalam upaya peningkatan usaha peranggrekan di Indonesia. Saya juga berharap Pemerintah Taiwan memfasilitasi pelatihan khusus tentang teknologi penyilangan dan perbanyakan dengan kultur jaringan dalam waktu yang tidak terlalu lama," ujar Plt Direktur Buah dan Florikultura, Sri Wijayanti Yusuf.

 

Reporter : Farida Nur'aini
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018