Wednesday, 21 October 2026


Adaptasi Kemarau, Petani Serang Gilir Tanam Bawang Merah

03 Jul 2019, 06:53 WIBEditor : Gesha

Penyuluh pertanian memberikan masukan pada petani untuk menggilir tanam padi dengan bawang merah

Kualitas bawang merah kering di musim kemarau ini harganya lebih tinggi dibandingkan pada musim penghujan.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Serang -- Memasuki musim kemarau di Juli 2019 ini, petani Serang mencoba terobosan baru yaitu bertanam bawang merah di lahan sawah tadah hujan. Hal tersebut dilakukan mereka sebagai bentuk adaptasi menghadapi musim kemarau.

Salah satu Poktan yang melakukan gilir tanam dari padi menjadi bawang merah tersebut adalah Kelompok Tani Subur Makmur di Desa Alang-Alang Kec. Tirtayasa Kab.Serang.

"Awalnya petani sulit untuk diajak dan mencobanya karena di wilayah ini pola tanamnya selalu padi dan padi tidak ada penyelang sama sekali," tutur penyuluh pertanian dari BPP Kecamatan Tirtayasa, Arifullah kepada tabloidsinartani.com.

Akhirnya petani mau mencoba menanam komoditas lain selain padi dengan memilih komoditas sayuran setelah penyuluh membuat demonstrasi plot (demplot) budidaya cabai merah seluas 1 Ha dengan hasil 0,8 ton dengan sistem pengairan kocor dan pompanisasi dari Situ (danau) disekitar lahan.

"Mudah-mudahan untuk tanam bawang ini juga bisa sampai panen dan menghasilkan agar petani dapat mengembangkan komoditas lain selain padi," harapnya.

Untuk diketahui, musim kemarau biasanya memang petani bawang merah mendapatkan untung lebih karena berat bawang merah menjadi bertambah dan kering. Meskipun panennya lebih lama karena selama musim kemarau membutuhkan waktu sekitar dua bulan atau 50 hari.

Selain waktu panen perbedaan juga terjadi pada saat pertumbuhan tanaman bawang merah. Karena kalau musim hujan tanah yang digunakan untuk menanam akan merembes.

Sedangkan pada musim kemarau banyak ulat yang merusak daun. Karenanya petani harus memasang lampu untuk dinyalakan dan mencegah perkembangan ulat agar tidak menyerang bawang merah.

Sehingga kualitas bawang merah kering di musim kemarau ini harganya lebih tinggi dibandingkan pada musim penghujan. 

 

Reporter : Arifullah/Nattasya
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018