Sabtu, 24 Agustus 2019


Redam Harga Cabai, Jakarta Panen Cabai di Ciangir Tangerang

08 Agu 2019, 16:38 WIBEditor : Gesha

Pemprov DKI Jakarta mengajak masyarakat untuk bertanam cabai di berbagai tempat untuk mengurangi kebutuhan masyarakat dari luar kota. | Sumber Foto:Dinas KPKP DKI Jakarta

Guna mengurangi ketergantungan cabai dari daerah, Pemprov DKI juga mengajak warga masyarakat memperbanyak penanaman cabai di berbagai tempat, baik di pekarangan, gang, bantaran sungai, dan lahan terlantar lainnya.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Harga cabai di pasaran memang sedang melambung. Bahkan harga cabai rawit merah menembus hingga Rp 100 ribu per kg. Hal ini terjadi karena musim kemarau yang menyebabkan pertanaman cabai mengalami gagal panen akibat kekeringan.

Walaupun di sebagian daerah mengalami gagal panen, ternyata di lahan milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta di Ciangir, Kabupaten Tangerang, Banten, panen cabai merah keriting sebanyak 7 ton dari 6.784 pohon di lahan seluas 1,5 hektar. “Jadi dari 1 pohon cabai ini  mampu menghasilkan 1 kg cabai merah keriting dan kualitasnya pun sangat baik,” kata Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Saefullah saat acara panen cabai merah keriting di Ciangir, Banten.   

Panen yang dilakukan di Ciangir ini menurut Saefullah menjadi momentum bagi Jakarta dalam  menjaga stabilitas harga cabai walaupun hanya 1,5 hektar. “Mudah-mudahan ini bisa membantu PD Pasar Jaya dalam suplai cabai merah keriting dan mengurangi ketergantungan cabai merah dari daerah lain,” ungkapnya.

Guna mengurangi ketergantungan cabai dari daerah, Pemprov DKI juga mengajak warga masyarakat memperbanyak penanaman cabai di berbagai tempat, baik di pekarangan, gang, bantaran sungai, dan lahan terlantar lainnya.

Sementara itu, Direktur Utama PD Pasar Jaya, Arief Nasrudin menjelaskan, kualitas cabai yang dipanen berkualitas baik dan tidak kalah dengan yang beredar di pasaran. “Ini standarnya sudah bagus, kalau bisa tambah lagi karena kebutuhan terhadap cabai untuk Jakarta sebesar 120 ton per hari,” ungkapnya.

Pasokan cabai ke Jakarta, biasanya dari Magelang, Tasikmalaya, Banyuwangi dengan normalnya 125 ton perhari. Dari daerah tersebut akhir bulan Juli baru panen. Sedangkan, pasokan ke Pasar Induk Kramat Jati 90-100 ton per hari.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (Dinas KPKP) DKI Jakarta, Darjamuni menambahkan, untuk menindaklanjuti kualitas cabai merah ini, sampel cabai merah keriting tersebut diuji coba di laboratorium. Selanjutnya, Dinas KPKP akan terus mengembangkan pertanian secara umum di lahan ini. “Kami akan bekerja sama membentuk MoU dengan Pasar Jaya melanjutkan mengenai supplai dari Ciangir, terutama bawang merah dan cabai,” pungkasnya.

Reporter : Clara
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018