Monday, 16 March 2026


Produksi Jagung Indonesia Tertinggi di ASEAN

22 Jan 2016, 00:49 WIBEditor : Clara Agustin

Kerja keras petani dan para pemangku kepentingan yang didukung Pemerintah RI melalui Kementerian Pertanian membuahkan hasil. Dalam rilis yang dikeluarkan Asean Food Security Information System (AFSIS) produksi jagung Indonesia pada 2016 dipeŕkirakan akan mencapai 20,22 juta ton pipilan kering atau melampaui enam negara anggota ASEAN.

AFSIS melansir produksi jagung Indonesia tahun ini diproyeksikan mencapai 20,22 juta ton melampaui Filipina yang diperkirakan hanya 8,04 juta ton. Sedangkan Vietnam 5,23 juta ton, Thailand 4,77 juta ton, Myanmar 1,86 juta ton, Laos 1,11 juta ton, dan Kamboja 0,56 juta ton. Sedangkan Brunei, Malaysia, dan Singapura tidak menghasilkan jagung.

AFSIS memperkirakan produksi jagung di kawasan negara-negara anggota ASEAN mencapai 41,84 juta ton atau naik sebesar 0,24 juta ton. Jumlah tersebut meningkat sekitar 1% dari 2015 sebesar 41,59 juta ton.

Peningkatan produksi jagung di kawasan regional tersebut didorong naiknya produksi sejumlah negara kecuali Indonesia. Negara di kawasan Asean yang juga  mengalami peningkatan produksi adalah Filipina dan Myanmar.

Untuk pertambahan luas tanam dan luas panen,  luas panen di kawasan Asia Tenggara pada 2016 diperkirakan mencapai 9,75 juta ha, meningkat 1% dari tahun lalu seluas 9,65 juta ha. Luas panen jagung Indonesia tahun ini diprediksi hanya 3,99 juta ha atau hampir sama dengan 2015.

Pada 2014, luas panen jagung Indonesia mencapai 7,67 juta ha. Pada 2016, luas panen Filipina 2,64 juta ha, Vietnam 1,17 juta ha, Thailand 1,12 juta ha, Myanmar 0,48 juta ha, Laos 0,21 juta ha, dan Kamboja 0,14 juta ha.

Produksi jagung Indonesia pada 2015 mencapai 20,67 juta ton pipilan kering, Filipina 7,64 juta ton, Vietnam 5,19 juta ton, Thailand 4,70 juta ton, Myanmar 1,72 juta ton, Laos 1,11 juta ton, dan Kamboja 0,55 juta ton.

Beta Carotene Tinggi

Sementara itu Balai Penelitian Tanaman Serealia (Balit Serealia) di Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel) telah merilis tiga varietas jagung yang memiliki beta carotene tinggi, yakni Provit A1, Provit A2, dan Bima Provit A1. Varietas yang terakhir adalah jagung hibrida yang telah dikeluarkan dengan SK Mentan No. 4381/Kptas/SR.120/6/2013.

Peneliti jagung Bima Provit A1 dari Balitsereal Maros, M. Yasin mengatakan, Bima Provit A1 adalah hibrida pertama jagung berkualitas beta carotene tinggi di Indonesia jenis silang tunggal. Induk dibentuk dari famili kawin diri (selfing) generasi S5. Lalu induk betina dan jantan dari populasi Carotenoid Syn FS. Sehingga kandungan beta carotene-nya tinggi, 119,7 ppm. “Ini lebih tinggi dari jagung hibrida C7 yang hanya 46,89 ppm saja. Makanya warnanya kuning cerah seperti emas,” katanya.

Beta carotene sendiri berperan serta dalam pertumbuhan jaringan, memperkuat tulang gigi, dan untuk menghindari buta senja atau buta lebih awal. Bahkan hasil penelitian pada anak balita dapat meningkatkan pertumbuhan badan, mencegah buta senja dan meningkatkan nafsu makan.

Melihat dari jumlah produksinya, jagung Bima Provit A1 termasuk yang tinggi. Berdasarkan hasil penelitian, saat musim hujan potensi hasilnya berkisar 6,62-9,85 ton per hektar. Sedangkan pada musim kemarau berkisar 6,69-11,55 ton per hektar.

“Dari hasil penelitian kami, yang tertinggi itu berada di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Pada musim hujan potensi hasilnya mencapai 9,85 ton per ha, sedangkan di musim kemarau mencapai 11,55 ton per ha,” papar Yasin.         

Yasin menambahkan, saat ini peluang wilayah pengembangan jagung ini tersebar di beberapa provinsi di Indonesia. Lampung, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, NTT, NTB, Sulawesi Selatan dan Gorontalo. Target penyebarannya NTT, NTB, Aceh, Sulawesi Tengah, Gorontalo dan Sulawesi Barat. “Yang jelas target penyebaran jagung Bima Provit A1 akan terkonsentrasi pada wilayah rawan pangan yang teridentifikasi masyarakatnya kekurangan Vitamin A.” Cla/Yul

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018