Saturday, 22 February 2020


Masuk Musim Penghujan, Harga Jagung Masih Stabil

17 Jan 2020, 18:00 WIBEditor : GESHA

Harga jagung masih stabil | Sumber Foto:ISTIMEWA

TABLOIDSINARTANI.COM, Bireun--- Meskipun Oktober lalu curah hujan masih rendah, namun hal ini tak menyurutkan beberapa petani di Indonesia untuk bertanam jagung. Beberapa wilayah seperti di Sulawesi Utara, Sumatera Utara, Jawa Timur, Gorontalo dan Jawa Tengah masih aktif tanam jagung rata-rata 200 ribu hektar. Hasilnya saat ini sedang panen pada beberapa daerah tersebut dan harganya pun relatif stabil.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan), Suwandi membenarkan bahwa harga jagung masih stabil. Jadi bisa dilihat harga jagung di tingkat petani masih aman berada dibawah harga Rp 4.600. Saya kira masyarakat tidak perlu kawatir karena ketersediaan jagung di lapangan masih bisa mencukupi kebutuhan jagung di Indonesia.

Seperti yang disampaikan Menteri Pertanian,  Syahrul Yasin Limpo meskipun cuaca ekstrem mempengaruhi pertanian, namun begitu tidak signifikan mengganggu produksi. Bahkan Kementan telah melakukan langkah antisipatif dan responsif.

Suwandi pun meyakinkan untuk mengamankan produksi, apalagi saat ini sudah memasuki musim tanam maka Kementan mulai mengejar tanam bulan Januari ini. "Kita kumpulkan semua Dinas Pertanian Kabupaten untuk bergerak bersama mulai kejar tanam bulan ini," ujarnya.

Terkait laporan harga, dikatakan Suwandi laporan yang ada saat ini sifatnya realtime karena tiap hari diinput lewat aplikasi harga tani. "Jadi kami ada petugas di 245 kabupaten yang tiap hari melaporkan harga komoditas tanaman pangan," ujarnya.

Menurut Suwandi langkah ini sebagai upaya monitoring Kementan terhadap fluktuasi harga di lapangan. "Kalau kita tahu secara riil bisa sebagai langkah untuk mengantisipasi gejolak harga," sebutnya.

Berdasarkan laporan petugas informasi pasar yang berada di kabupaten sentra, harga jual jagung masih menunjukkan rata-rata di kisaran Rp 4 ribu dengan kadar air 17 persen atau jagung yang sudah dikeringkan manual dengan sinar matahari selama 3-4 hari.

Contohnya di Kabupaten Karo Provinsi Sumatera Utara, dilaporkan oleh Petugas Pelayanan Informasi Pasar (PIP) Kabupaten Karo, Berti, harga jual jagung tingkat petani sebesar Rp 3.900, dengan kadar air antara 25-30 persen atau jagung pipilan panen dan belum dikeringkan. Adapun jumlah lahan di Kabupaten Karo sudah siap panen seluas 9 hektar. Jumlah luas panen ini merupakan terbesar kedua pada masa tanam ketiga pada 2019.

Hal sama disampaikan oleh Petugas PIP dari di Kabupaten Bireun Provinsi Aceh, Deny bahwa harga jual jagung dari petani sebesar Rp 4.100, dengan kadar air 16 persen, harga jual jagung ini dinilai berada pada kisaran yang wajar dan tidak menunjukkan adanya kelangkaan jagung yang berarti di pasaran. Saat ini Bireun sedang masuk masa panen raya jagung dengan luas panen sebesar 6 ribu hektar.

Reporter : TIARA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018