Friday, 16 April 2021


Batam Kembangkan Cabai Merah Teknologi Proliga dibantu BI dan BPTP Kepri

28 Mar 2021, 06:59 WIBEditor : Ahmad Soim

Pengembangan Cabai Merah Teknologi Proliga di Batam | Sumber Foto:Lutfi H

 

 TABLOIDSINARTANI.COM, Batam -- Batam mengembangkan agribisnis cabai dengan adopsi teknologi Proliga atau Produksi Lipat Ganda. Teknologi hasil inovasi Balai Penelitian Sayuran Lembang ini dikembangkan BPTP Kepri bersama Bank Indonesia di Batam.

 

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan Kepri, Kamis (25/03/2021) imemberikan pelatihan dan panen perdana cabai merah hasil teknologi Proliga (Produksi Lipat Ganda) di Batam yang digelar di Setokok.

Selain BPTP Kepri, ikut hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Walikota Batam, perwakilan Anggota DPD RI Haripinto Tanuwijaya, Kepala BI, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Batam, Kepala Balai Karantina Batam, Kepala OJK, para pejabat Bank Indonesia di Pusat secara daring, serta tamu undangan lain dan peserta pelatihan dari kelompok tani.

Sebelum panen bersama dilakukan, BPTP Kepri diminta oleh Bank Indonesia (BI) untuk memberikan materi pelatihan terkait Teknologi Proliga Cabai. Kepada kelompok tani dan peserta lainnya BPTP Kepri memaparkan terkait Succses Story Proliga Cabai di Kepulauan Riau. 

Kepala BPTP Kepri, Dr. Ir. Sugeng Widodo, MP mengawali paparannya dengan menjelaskan apa itu teknologi Proliga Cabai? Yaitu merupakan paket teknologi yang disusun oleh Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa) Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian untuk meningkatkan produksi dan produktivitas cabai. Inti dari teknologi ini adalah penggunaan varietas unggul, persemaian sehat yang memproduksi bibit bebas hama dan penyakit, pengaturan pola tanam menjadi zigzag double row, serta pemenuhan kebutuhan unsur hara dan manajemen hama penyakit tanaman.    

BACA JUGA:

“Kepri Pada tahun 2019  mulai menerapkan inovasi paket teknologi Produksi Lipat Ganda (Proliga) Cabai di lahan petani kooperator yang berada di Setokok, Batam. Kegiatan tersebut berhasil meningkatkan  produksi dan produktivitas cabai yang ditanam, serta mampu meningkatkan penghasilan petani. Keberhasilan tersebut menjadi daya tarik bagi pihak lain untuk ikut menerapkan paket teknologi keluaran Badan Litbang Pertanian ini. Tidak terkecuali Bank Indonesia (BI) Kepri,” kata Sugeng.

Penyuluh BPTP Kepri, Jonri Sehendra Sitompul, SP dalam acara tersebut juga ikut memberikan materi terkait budidayanya. Ia menjelaskan mulai dari pemilihan varietas, pola tanam, masa persemaian dan perlakukan benih, persiapan lahan, penanaman dan pengaturan cabang, pemeliharaan, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, hingga proses tahapan panen.   

Saat itu Jajang, petani cabai di Setokok Batam yang pada tahun 2019 telah menerima paket teknologi melalui BPTP Kepri, merasa antusias dan semangat dengan teknologi Proliga karena benar-benar membuat hasil berlipat ganda. Pada panen sekarang ini dengan teknologi tersebut produksi cabai merah meningkat dari  18 ton perhektar menjadi 20 ton perhektar, atau naik 11 persen.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, pihaknya mendukung dan mengapresiasi inovasi di sektor pertanian tersebut. “Meningkatnya produksi tentu dapat berimpilikasi pada kesejahteraan masyarakat serta mampu menekan inflasi di daerah. Saya berharap metode ini menjadi referensi bagi kelompok tani yang lain dalam rangka meningkatkan produktivitas taninya,” tegas Amsakar.

Kepala BI Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau, Musni Hardi K. Atmaja, berharap keberhasilan dan kesuksesan metode proliga di Kelompok Tani Maju Mandiri dapat direplikasi oleh kelompok tani yang lain. “Untuk itu pada kegiatan ini kami undang beberapa kelompok tani hingga dari Nongsa. Para kelompok tani ini mengikuti sekolah lapangan agar dapat sharing informasi seputar Proliga,” kata Musni.

Musni mengungkapkan alasan, dipilihnya cabai merah sebagai target program ini di Batam. Menurutnya cabai merah adalah salah satu komoditas penyumbang inflasi yang cukup besar di Kota Batam. “Untuk itu kami bantu meningkatkan produksinya supaya mengurangi inflasi dari cabai,” tuturnnya.

Kepala DKPP Batam, Mardanis, berharap produksi cabai merah di Batam dapat mengikuti keberhasilan produksi cabai hijau. Ia memaparkan, produksi cabai hijau lokal mampu memenuhi kebutuhan pasar. “Harga cabai hijau di Batam sekarang berkisar Rp 23 ribu hingga Rp 25 ribu perkilogram. Ini berbeda ceritanya saat dulu produksi cabai hijau kurang di Batam, yang harganya pernah tembus Rp 40 ribu perkilogram,” ungkap Mardanis.

--+

Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK:  LANGGANAN TABLOID SINAR TANIAtau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klikmyedisi.com/sinartani/

Reporter : Lutfi H & A. Misbah
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018