Saturday, 29 January 2022


Kerennya Bertani Modern di Puspita Farm

10 Jan 2022, 15:51 WIBEditor : Gesha

Peneliti Bidang Hidrologi dan Konservsi Tanah, BBSDLP, Setiari Marwanto | Sumber Foto:Nattasya

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor --- Petani milenial kini semakin dimanjakan dengan berbagai kemudahan bertani. Semua alat-alat pertanian dan fasilitas kini sudah terhubung melalui gadget. Inilah wajah baru pertanian modern yang bisa dilihat di Puspita Farm milik Balai Besar Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP), Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) yang berada di Bogor, Jawa Barat.

Udara sejuk terasa begitu memasuki fasilitas Pertanian Modern Puspita Farm 1 yang berada di BBSDLP, Kampus Penelitian Cimanggu atau lebih dikenal dengan nama Bogor Agro Technopark. Puluhan rak tertata secara vertical di fasilitas vertical farming yang ada. Mengenakan pakaian khusus, calon-calon petani milenial modern diajak berkeliling melihat dan mendengarkan pemaparan petugas.

Baca Juga : Belajar Pertanian Modern di Puspita Farm

Peneliti Bidang Hidrologi dan Konservsi Tanah, BBSDLP, Setiari Marwanto yang mendampingi tabloidsinartani.com mengatakan, Indoor vertical farming  di Puspita Farm 1 merupakan sistem pertanian vertical dengan menggunakan teknologi sinar artificial UV sebagai pengganti sinar matahari. Dalam budidaya tanaman sayuran menggunakan media tanam rockwool, pemberian nutrisi presisi melalui pipa PVC. Bahkan merupakan budidaya ramah lingkungan, karena tidak menggunakan pestisida.

”Pada sistem ini juga menggunakan air baku steril, nutrisi presisi tanpa pestisida, kemudian menerapkan SOP secara ketat di ruang budidaya untuk menghindari adanya bakteri masuk,” katanya.

Menurutnya, indoor vertical farming ini sangat relevan dilakukan di perkotaan yang terkendala dengan luasan lahan, air, bahkan sinar matahari. “Asupan nutrisi dari matahari kita mainkan dengan UV Growing Light dengan memainkan spektrum yang dibutuhkan tumbuhan untuk berfotosintesis. Air dan irigasinya dilakukan secara presisi. Sistem pertanian bisa dibuat bertingkat hingga 4-5 tingkat,” jelasnya.

Ia menilai, pertanian vertikal ini dapat memaksimalkan lahan sempit. Dengan luas bangunan 48 meter persegi diciptakan penanaman bertingkat dengan luas tanam 80 meter persegi dan kapasitas 3.500 pot tanaman sayuran. Selain itu, pertanaman dilengkapi dengan monitoring dan kendali suhu yang terintegrasi dengan perangkat komputer dan smartphone serta pengawasan melalui CCTV dan  time lapse camera.

Puspita Farm 2

Bergeser sedikit ke Puspita Farm 2, disini milenial diajak serta memahami konsep smart green house, khususnya dalam pertanaman melon organik dengan menggunakan polybag. "Keunggulan pertanaman melon organik ini bisa bertahan di segala cuaca di tengah keterbatasan lahan dengan hasil optimal. Sebab, dalam penerapan digunakan teknologi sebagai kontrolnya," jelasnya.

Smart green house  di Puspita Farm 2 dengan luas lahan 600 meter persegi ini dilengkapi dengan kontrol suhu dan kelembapan, kontrol nutrisi. Selain itu juga kontrol tanaman yang terhubung dengan perangkat komputer dan telepon genggam. “Dengan perlakuan tersebut, didapatkan produk hortikultura yang berkualitas premium,” katanya.

Serupa dengan Puspita Farm 1, budidaya tanaman di Puspita Farm 2 tidak menggunakan pestisida dan hanya menggunakan nutrisi presisi sehingga menghasilkan buah kualitas premium. Selain itu smart greenhouse  ini juga terintegrasi dengan perangkat komputer dan smartphone untuk monitoring atau remote control. “Semua fitur dari smart green house ini ada dalam smartphone. Kondisi pertanaman bisa terkontrol dengan baik,” jelasnya.

Setiari Marwanto yang menjadi Tim Pertanian Modern 4.0 BBSDLP, menambahkan, Indoor Vertical Farming  dan  Smart Greenhouse ini memanfaatkan teknologi  Internet of Things. Artinya berbagai alat dapat terhubung ke internet dan bermanfaat untuk  monitoring pertanaman dari mana saja. “Dengan pemberian nutrisi yang presisi dan lingkungan yang terkontrol, kualitas dan kuantitas produk dapat meningkat disamping keadaan cuaca yang tidak menentu,” tuturnya.

Reporter : NATTASYA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018