Monday, 08 August 2022


Begini Kendalikan Si Pembuat Kerdil Padi

19 Jul 2022, 11:20 WIBEditor : Gesha

Pengendalian virus padi | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Mencegah lebih baik daripada mengobati, karena itu dalam mengendalikan virus kerdil pada pertanaman padi, petani perlu memahami cara pengendaliannya. 

Direktur Perlindungan Tanaman, Ditjen Tanaman Pangan, M. Takdir Mulyadi mengatakan gejala khas yang ditimbulkan virus kerdil rumput yaitu adanya penghambatan pertumbuhan, anakannya banyak, daunnya menjadi pendek, sempit dan tumbuhnya tegak dan berwarna hijau pucat atau kuning pucat.

Lantas bagaimanakah cara pengendalian yang bisa dilakukan petani? Takdir menjelaskan pengendalian dimulai dari penggunaan benih bermutu dan tahan wereng batang cokelat yang menjadi vektor dari virus kerdil. "Gunakan benih yang tahan WBC (Inpari 47) dan lakukan seed treatment dengan merendam benih dengan Plant Growth Promoting Rhizobacter (PGPR)," tuturnya.

Baca Juga : Kenali dan Cegah Virus Padi

Takdir menambahkan, lakukan juga sanitasi lingkungan dengan menghilangkan gulma yang menjadi inang alternatif dari WBC. Lakukan juga pergiliran tanaman atau jeda tanam padi selama 1 musim untuk memutuskan rantai makanan dari WBC. 'Atur jarak  tanam, agar lingkungan tidak cocok untuk perkembangan WBC dan penyakit KRH," tambahnya.

Lakukan juga pengamatan rutin dan intens keadaan pertanaman untuk mengetahui keberadaan awal WBC atau tanaman bergejala KRH, agar tindakan pengendalian tepat waktu dan jenis. Sedangkan, sumber inokulum penyakit KRH dimusnahkan dengan eradikasi (cabut dan benamkan) selektif.

Untuk pengendalian dengan pestisida nabati bisa digunakan adalah daun mimba, umbi gadung dan lainnya, atau penggunaan agens pengendali hayati (APH) seperti Beauveria bassiana. Jika populasi WBC di atas ambang pengendalian, maka dapat dilakukan upaya responsif menggunakan pestisida kimia dengan tetap memperhatikan 6 T (tepat sasaran, mutu, jenis, waktu, dosis, dan tepat guna).

Reporter : Indri/Echa
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018