Senin, 15 Juli 2024


Transformasi BBP2TP Menjadi BBPSIP, Instrumen Pertanian Spesifik Lokasi Kian Terstandar

07 Peb 2023, 13:29 WIBEditor : Gesha

Kepala BBP2TP, Fery Fahrudin Munier bersama Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo | Sumber Foto:BBP2TP

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Berubahnya Badan Litbang Pertanian menjadi Badan Standarisasi Instrumen Pertanian (BSIP) pada akhirnya membawa Unit Pelaksana Teknis (UPT) pendukungnya bertransformasi dengan tugas dan fungsi baru. Salah satunya Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP) menjadi Balai Besar Penerapan Standar Instrumen Pertanian (BBPSIP) atau dikenal menjadi BSIP Penerapan. 

Setelah bertransformasi menjadi BSIP pasca terbitnya Perpres 117 Tahun 2022 tentang Kementerian Pertanian pada tanggal 21 September 2022, Balitbang Pertanian kemudian berkonsolidasi bersama menyusun Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) dibawah BSIP. 

Akhirnya, Senin (06/02) Peraturan Menteri Pertanian Nomor 13/2023 Tentang Organisasi dan Tata Kerja UPT Lingkup BSIP Kementan pun hadir. Dari Permentan tersebut diuraikan UPT ex Balitbang Pertanian mulai berganti nama sesuai dengan tupoksi baru yang diemban oleh BSIP yakni sebagai lembaga yang sebelumnya berfokus pada penelitian dan pengembangan pertanian menjadi standarisasi instrumen pertanian.

Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP) pun menjadi salah satu UPT ex Balitbang Pertanian yang turut bertransformasi menjadi Balai Besar Penerapan Standar Instrumen Pertanian (BBPSIP) atau dikenal menjadi BSIP Penerapan. 

Kepala BBP2TP, Dr. Ir. Fery Fahrudin Munier, M.Sc, IPU, ASEAN Eng mengatakan akan terus mendampingi dan mengawal penerapan SNI oleh para pelaku usaha, baik itu petani, UMKM, swasta dan lain-lain. "BSIP Penerapan juga akan menyusun model penerapan yang tepat dan sesuai bagi para pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan maupun kualitas lembaganya itu sendiri," tuturnya.

Terkait tusi koordinator BPTP daerah, Fery mengaku tusi tersebut tetap melekat pada BSIP Penerapan. Menurutnya, BSIP Penerapan masih tetap memiliki fungsi koordinasi bagi Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian (BPSIP) yang ada di 33 provinsi yang dulunya dikenal dengan BPTP. "BPSIP tersebut bertugas mengawal penerapan dan mendiseminasikan standar instrument pertanian, serta menjaring umpan balik untuk memberi masukan kepada Pusat Standardisasi melalui BSIP Penerapan terhadap SNI yang sudah diterapkan.  Ada kalanya SNI perlu pengembangan atau revisi, sehingga dibutuhkan umpan balik tersebut," urainya. 

Lebih lanjut Fery menjelaskan, BSIP Penerapan juga memiliki tusi sebagai penyusun model penerapan dan materi penyuluhan standar instrumen pertanian regional dan nasional. Termasuk koordinasi pengelolaan produk instrumen pertanian terstandar spesifik lokasi. 

Dengan koordinasi dan standarisasi instrumen pertanian yang lebih kuat inilah yang diharapkan oleh Kepala BSIP Kementan, Prof. Dr. Ir. Fadjry Djufry, MS. Dirinya juga menegaskan bahwa komitmen pemerintah dalam mewujudkan pertanian maju, mandiri, dan modern akan terus menggelora. Salah satunya melalui program Agrostandar yang kini diusung BSIP Kementan. "Kami telah mencanangkan berbagai langkah dalam program agrostandar, mulai dari penguatan lembaga, penguatan kolaborasi dengan mitra, hingga pengelolaan produksi benih atau bibit terstandar," katanya.

Fadjry menambahkan, program agrostandar mencakup lima hal. Pertama transformasi dan reorientasi manajemen baik kelembagaan, SDM, budaya kerja, dan digital, kedua penguatan kolaborasi multimitra baik internal (Direktorat Jenderal Kementerian Pertanian) maupun eksternal (perguruan tinggi, pemerintah daerah, UMKM, pelaku usaha, petani, swasta, dan mitra internasional), ketiga model kawasan pertanian terstandar di seluruh Indonesia untuk komoditas tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, dan peternakan. "Keempat unit produksi benih/bibit terstandar (UPBS) untuk mendukung perbenihan dan kelima terbentuknya Lembaga Sertifikasi Produk (LSPro)," jelasnya.

Hadirnya BSIP dikawal dan didukung penuh oleh Menteri Pertanian, Prof. Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, S.H., M.Si., M.H. Menurutnya, hadirnya instrumen pertanian ini adalah sesuatu yang dibutuhkan besok harus makin modern.

Reporter : NATTASYA
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018