
Aksi mahasiswa Polbangtan mencuri perhatian saat mengoperasikan drone dalam gerakan tanam serempak 10.000 hektare di 17 provinsi, menandai transformasi pertanian modern berbasis teknologi.
TABLOIDSINARTANI.COM, Tanah Laut --Aksi mahasiswa Polbangtan mencuri perhatian saat mengoperasikan drone dalam gerakan tanam serempak 10.000 hektare di 17 provinsi, menandai transformasi pertanian modern berbasis teknologi.
Aksi mahasiswa vokasi pertanian sukses mencuri perhatian dalam Gerakan Tanam Serempak 10.000 hektare yang digelar di 17 provinsi, Kamis (9/4/2026). Kegiatan yang dipusatkan di lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR), Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan ini menjadi simbol transformasi pertanian modern berbasis teknologi.
Lima mahasiswa dari Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor tampil sebagai pilot drone dalam kegiatan tersebut. Mereka adalah Ahmad Husein Alawi, M. Rifki Permana, M. Facri Defarma, Satrio Wijaya, dan Sena Dwi Saputra.
Dengan persiapan intensif sehari sebelumnya, para mahasiswa langsung turun ke lapangan mengoperasikan drone untuk mendukung proses tanam berbasis teknologi. Aksi mereka bukan cuma jadi sorotan, tapi juga menunjukkan bahwa generasi muda kini siap menjadi garda depan pertanian modern.
Program tanam serempak ini merupakan bagian dari strategi besar Kementerian Pertanian Republik Indonesia dalam mempercepat swasembada pangan berkelanjutan.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi seperti drone menjadi kunci penting dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi pertanian.
“Transformasi pertanian harus berbasis teknologi. Kita butuh anak muda yang mampu mengoperasikan alat modern seperti drone untuk mendorong produktivitas,” tegasnya.
Senada, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menyebut keterlibatan mahasiswa sebagai langkah strategis dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia pertanian.
Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dibekali teori di kampus, tapi juga didorong terjun langsung ke lapangan. “Ini penting agar mereka siap menghadapi tantangan pertanian modern yang semakin berbasis teknologi,” ujarnya.
Penggunaan drone dalam kegiatan ini terbukti memberikan dampak signifikan. Mulai dari pemetaan lahan hingga penyebaran benih, semuanya dilakukan dengan lebih cepat, presisi, dan efisien.
Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Muhammad Amin menilai, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini merupakan bukti nyata bahwa pendidikan vokasi sudah selaras dengan kebutuhan industri pertanian saat ini.
“Mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tapi langsung praktik di lapangan dengan teknologi modern,” katanya.
Sementara itu, Direktur Polbangtan Bogor Yoyon Haryanto memberikan apresiasi tinggi atas peran aktif mahasiswa dalam kegiatan berskala nasional tersebut.
Ia menilai kemampuan mahasiswa mengoperasikan drone dalam skala besar menunjukkan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan pertanian masa depan. “Ini bukti bahwa lulusan Polbangtan siap bersaing dan menjadi motor penggerak pertanian modern,” ujarnya.
Gerakan tanam serempak ini juga melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah di berbagai provinsi. Sinergi ini menjadi langkah penting dalam mempercepat adopsi teknologi di sektor pertanian.
Aksi mahasiswa Polbangtan dalam kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa transformasi digital di sektor pertanian bukan lagi wacana. Dengan dukungan teknologi seperti drone dan keterlibatan generasi muda, pertanian Indonesia mulai bergerak menuju sistem yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.



