Wednesday, 21 October 2026


104 Mahasiswa Polbangtan Bogor Lulus Sertifikasi, Siap Jadi Penyuluh Pertanian Profesional

12 May 2026, 16:17 WIBEditor : Gesha

Sebanyak 104 mahasiswa Polbangtan Bogor lulus sertifikasi kompetensi dan siap menjadi penyuluh pertanian profesional di Indonesia.

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor – Sebanyak 104 mahasiswa Polbangtan Bogor lulus sertifikasi kompetensi dan siap menjadi penyuluh pertanian profesional di Indonesia.

Kabar membanggakan datang dari Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor.

Sebanyak 104 mahasiswa berhasil lulus sertifikasi kompetensi dan resmi dinyatakan siap menjadi penyuluh pertanian profesional yang akan mendukung pembangunan pertanian nasional.

Keberhasilan ini menjadi bukti keseriusan Polbangtan Bogor dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) pertanian yang kompeten, adaptif, dan siap kerja di tengah meningkatnya kebutuhan tenaga penyuluh pertanian di berbagai daerah Indonesia.

Sertifikasi kompetensi tersebut digelar selama tiga hari, mulai 8 hingga 10 Mei 2026 di Kampus Cibalagung Polbangtan Bogor.

Peserta berasal dari Program Studi Agribisnis Hortikultura (AGH), Teknologi Mekanisasi Pertanian (TMP), dan Kesehatan Hewan (Keswan).

Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor, Yoyon Haryanto mengatakan, sertifikasi kompetensi menjadi langkah strategis untuk memastikan lulusan memiliki standar kemampuan yang diakui dunia kerja.

“Kami ingin seluruh lulusan Polbangtan Bogor memiliki daya saing tinggi dan mampu terserap di dunia kerja, khususnya sebagai penyuluh pertanian profesional. Karena itu, sertifikasi kompetensi menjadi langkah penting agar lulusan memiliki standar kemampuan yang diakui,” ujar Yoyon.

Ia juga mengungkapkan rasa syukur karena seluruh peserta berhasil dinyatakan kompeten.

“Alhamdulillah seluruh asesi dinyatakan kompeten. Ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan kompetensi mahasiswa di Polbangtan Bogor,” tambahnya.

Dalam pelaksanaannya, sertifikasi dibagi ke dalam dua skema, yakni Skema Penyuluh Pertanian Supervisor Pertama yang diikuti 36 asesi serta Skema Penyuluh Pertanian Fasilitator Terampil dengan 68 asesi.

Penilaian dilakukan oleh sembilan asesor profesional berpengalaman di bidang penyuluhan pertanian.

Para peserta mengikuti serangkaian tahapan uji kompetensi mulai dari observasi, wawancara hingga praktik lapangan sesuai standar profesi penyuluh pertanian.

Suasana pelaksanaan berlangsung serius namun penuh antusiasme.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan sektor pertanian membutuhkan generasi muda yang tidak hanya memiliki semangat, tetapi juga kompetensi yang terukur.

“Pertanian Indonesia membutuhkan SDM unggul yang siap kerja dan mampu menjadi penggerak pembangunan pertanian di daerah. Sertifikasi kompetensi seperti ini sangat penting untuk memastikan lulusan benar-benar memiliki kemampuan yang dibutuhkan dunia kerja,” kata Amran.

Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Idha Widi Arsanti menyebut penguatan kompetensi mahasiswa vokasi pertanian menjadi investasi penting dalam mendukung regenerasi petani dan penyuluh pertanian di Indonesia.

“Kami terus mendorong pendidikan vokasi pertanian agar menghasilkan lulusan yang profesional, adaptif, dan kompeten. Sertifikasi ini menjadi bukti kesiapan mahasiswa Polbangtan Bogor untuk terjun langsung mendampingi petani di lapangan,” ujar Arsanti.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin menilai sertifikasi kompetensi kini menjadi nilai tambah yang sangat penting bagi lulusan perguruan tinggi vokasi.

“Dunia kerja saat ini membutuhkan lulusan yang tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga pengakuan kompetensi profesi. 

Melalui sertifikasi kompetensi, mahasiswa memiliki bekal yang lebih kuat untuk bersaing dan berkontribusi dalam pembangunan pertanian nasional,” ungkapnya.

Keberhasilan 104 mahasiswa ini sekaligus memperkuat posisi Polbangtan Bogor sebagai kampus vokasi pertanian yang fokus mencetak tenaga profesional siap terjun langsung ke lapangan. 

Di tengah tantangan regenerasi petani dan kebutuhan penyuluh pertanian yang terus meningkat, lulusan bersertifikat kompetensi dinilai akan menjadi ujung tombak dalam mendampingi petani menuju pertanian modern dan berkelanjutan.

Reporter : Wsd
Sumber : Polbangtan Bogor
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018