Kamis, 18 Juli 2019


Temuan Pemda Brebes tentang Pestisida di Sentra Bawang Terluas di Asia Tenggara

19 Peb 2019, 05:11 WIBEditor : Ahmad Soim

Kasubdit Pengawasan Pupuk dan Pestisida Kementan Soehoed sedang wawancara kepada petani bawang merah di Brebes | Sumber Foto:dok tabloidsinartani.com

Rata-rata luas tanam bawang merah di Kabupaten Brebes mencapai 30.000 ha per tahun, tersebar di 9 kecamatan .

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Brebes – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes menemukan sejumlah fakta terkait peredaran pestisida di sentra bawang merah di Brebes, sentra bawang terluas di Asia Tenggara.

 

Pertama, rata-rata luas tanam bawang merah di Kabupaten Brebes mencapai sekitar 30.000 ha per tahun yang tersebar di 9 kecamatan sentra tanaman bawang merah. Rata-rata produksinya mencapai 325.000 ton per tahun dengan asumsi rata-rata produktivitas bawang merah mencapai 110,92 ku/ha.

 

Kedua, penggunaan pestisida di Kabupaten Brebes secara volume tertinggi di se-Asia Tenggara, karena luas pertanaman komoditas bawang merah di Kabupaten Brebes per tahun ± 30.000 ha, sementara di beberapa negara Asia Tenggara seperti Filipina hanya sekitar 7.000 ha, Thailand 2.500 ha per tahun.

 

“Setelah saya melakukan tanya jawab dengan petani di Kecamatan Bulakamba, pemakaian pestisida petani bawang merah masih sesuai dosis yang direkomendasikan,” jelas Kasubdit Pengawasan Pupuk dan Pestisida Kementan Soehoed.

 

Hanya dalam kondisi tertentu seperti peralihan cuaca yang tidak menentu, pemakaian pestisida kimia oleh petani lebih diintensifkan. Mereka terpaksa  untuk menghindari  adanya serangan hama tanaman bawang merah. Namun demikian, Dinas Pertanian dan KP Kabupaten Brebes terus memberikan penyuluhan tentang ambang batas ekonomi pengendalian penggunaan pestisida.

 

Ketiga, masih ditemukan adanya pestisida illegal yang dijual melalui door to door langsung ke petani ataupun sewaktu petani beristirahat siang penjual mengumpulkan petani dan melakukan sosialisasi tentang produk pestisida illegal tersebut denga harga yang lebih murah.

 

Langkah langkah yang  telah dan dilakukan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes untuk meminimalisir peredaran pestisida illegal antara lain: melakukan monitoring rutin maupun secara mandiri maupun bersama Tim Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida Kabupaten Brebes, melakukan diseminasi informasi tentang pestisida kepada para stakeholder terkait (Petugas/PPL, Kios/Toko Saprotan dan Petani), melakukan penyitaan terhadap produk-produk illegal baik pestisida palsu, pestisida dilarang dan pelanggaran izin pendaftaran.

 

 Penyuluhan kepada petani tentang pemahaman ambang batas ekonomi pengendalian penggunaan pestisida pun dilakukan. Pemerintah berupaya  mengurangi ketergantungan petani terhadap penggunaan pestisida kimia melalui kegiatan Sekolah Lapang-Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT), Pengembangan Pestisida Organik (baik hayati maupun nabati), pengembangan pengendalian secara fisika dan biologis (perangkap, feromon trap, dan lainnya) serta pengembangan musuh alami.

 

Reporter : Som
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018