Sabtu, 19 Oktober 2019


Inovasi dan Teknologi Balitbang Pertanian Siapkan Solusi di Era 4.0

29 Mei 2019, 06:34 WIBEditor : Julianto

Alat tanam otomatis sehingga petani tidak perlu berkubang di lumpur | Sumber Foto:SINAR TANI

 

 

TABLOIDSINARTANI.COM, JAKARTA--Teknologi menjadi salah satu tulang punggung pengembangan pertanian, terlebih lagi di era revolusi 4.0 yang menuntut modernisasi. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) sebagai institusi riset dalam komando Kementerian Pertanian berupaya menghasilkan teknologi implementatif yang bisa mengembangkan pertanian menjadi lebih modern.

“Dengan inovasi dan teknologi bisa meningkatkan produksi sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani sebagai user dari teknologi tersebut,” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Fadjry Djufry di Jakarta, Selasa (28/5).

Menurutnya, digitalisasi, bioteknologi, serta proses yang efektif merupakan kunci utama dari revolusi 4.0 terhadap dunia pertanian. 

Apalagi menghadapi berbagai hambatan pembangunan pertanian seperti menyempitnya lahan, climate change hingga regenerasi petani.

Masalah yang bertumpuk itu memang seharusnya diselesaikan satu persatu. Namun,  kecepatan revolusi Industri 4.0 dalam dunia pertanian telah ada di depan mata. “Sekaligus membuat kita secepatnya harus membuat strategi mentransformasikan kekuatan yang berimplikasi besar,” ujarnya.

Fadjry mengatakan, Balitbang Pertanian menjadi institusi yang produktif menghasilkan inovasi dan mampu diimplementasikan di lapangan masyarakat.

Kurang lebih ada sekitar 600 inovasi yang sudah dihasilkan Beberapa teknologi tersebut antara lain, Sistem informasi Pemantauan Pertanaman Padi (Simotandi) yang menggunakan citra satelit beresolusi tinggi untuk bisa membaca standing crop tanaman padi.  

Kemudian ada aplikasi KATAM untuk memudahkan mengetahui waktu tanam, rekomendasi pupuk dan penggunaan varietas.

Termasuk, aplikasi Smart Farming berbasis andorid  yang dikembangkan untuk mempermudah petani  dalam memonitor dan kontrol  kelembapan tanah, penyiraman dan pemupukan.

Adapula Aplikasi Smart Green House  terintegrasi dengan sistem operasi Android. Dengan aplikasi ini pengguna dapat melakukan kontrol dan pengawasan rumah pertanian secara remote dimana pun pengguna/petani berada.

Lalu ada Autonomous Tractor atau sistem kemudi traktor yang dikendalikan secara otomatis dengan remote kontrol.

Alat mesin pertanian ini merupakan traktor empat roda otonom yang menggunakan Sistem navigasi GPS berbasis Real Time Kinematika (RTK).

“Keuntungan bagi petani adalah pengolahan lahan, tanam, panen semuanya dapat dilakukan dengan remote control dari rumah,” katanya.

Teknologi lainnya adalah Smart Irrigation. Inovasi ini berupa pompa air yang dapat mengairi tanah pertanian dengan nutrisi dan mencapai zona sekitar perakaran tanaman dengan sistem perakaran tanaman dan sistem irigasi tetes permukaan.

“Ini sangat bermanfaat meminimalisir daya evaporasi tanah, mengurangi tenaga kerja pengairan, sistem SD terintegrasi dengan aplikasi ssitem fertigasi dengan air,” tutur Fadjry.

Untuk bisa memanfaatkan teknologi tersebut, Fadjry mengatakan, Balitbang Pertanian memberikan pelatihan kepada petani yang mau belajar. 

Pihaknya juga memberi perhatian  kepada generasi muda yang dulunya tidak tertarik dengan dunia pertanian.

“Kami memberikan sosialisasi tentang dunia baru pertanian dengan teknologi internet yang merupakan tantangan agar mereka beralih menjadi petani masa kini,” tuturnya. ***

Reporter : Nattasya
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018