
Kit Deteksi Kebuntingan yang dibuat oleh BB Biogen
TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Jika selama ini, tes kehamilan pada sapi hanya bisa dilakukan melalui perogohan atau palpasi. Tapi nanti ke depannya hanya dengan menggunakan testpack, sapi sudah bisa diketahui hamil atau tidak. Sehingga mempermudah seleksi untuk SIWAB.
Teknologi tersebut adalah karya tim peneliti yang berasal dari Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetika Pertanian (BB Biogen) yang dipimpin oleh Dr. Tri Puji Priyatno.
"Pengecekan fisik secara langsung (perogohan atau palpasi rectal) Hal ini dapat menyebabkan resiko yang sangat besar untuk sapi maupun janin karena terkadang membuat keguguran akibat perogohan tersebut. Adanya deteksi dini ini bisa dilakukan oleh peternak secara umum," bebernya kepada tabloidsinartani.com
Tespack ini bisa mendiagnosis kebuntingan yang cepat dan akurat 70-80 ?n dapat dilakukan pada umur kebuntingan kurang dari satu bulan.
Pemeriksaan kebuntingan sapi dengan teknik palpasi rektal biasanya dilakukan pada 60 hari setelah IB, karena siklus berahi yang dipergunakan sebagai dasar diagnosa hasil IB adalah berkisar antara 28-35 hari.
"Kalau deteksi kebuntingan secara konvensional kurang efektif karena membutuhkan umur kebuntingan lebih dari 60 hari, sedangkan dengan Kit ini bisa 15 hari sudah ketahuan hasilnya," katanya,
Adanya deteksi kebuntingan dini pada sapi induk dapat meningkatkan efisiensi sehingga sapi induk yang diketahui belum bunting dapat segera dikawinkan kembali.
"Ini bisa memperpendek masa kosong atau kering, dan sapi induk yang telah secara dini diketahui bunting, dapat segera dipelihara secara lebih baik," ujarnya.
Menurut Tri langkah ini untuk menjaga dan menyelamatkan kebuntingan sapi induk sampai lahir dengan selamat.
Kit ini merupakan diagnosis kebuntingan berbasis protein spesifik dengan kepekatan perubahan warna (gradient density) yang akan terjadi ikatan antara antigen dalam serum darah sapi bunting umur 1-3 bulan dengan antibody poliklonal.
Kit deteksi ini mempunyai keunggulan antara lain, bisa memberi informasi keberhasilan perkawinan lebih awal, pengaplikasian yang mudah dan akurat, serta tidak menimbulkan trauma pada ternak.
Keunggulan lainnya yakni diagnosis kebuntingan dapat dilakukan lebih awal yaitu mulai dari umur 15 hari dan hanya membutuhkan waktu 60 menit dalam pelaksanaannya.
"Dengan menggunakan Kit ini, peternak juga dapat meningkatkan efisiensi reproduksi dan menekan biaya produksi," katanya.
SIWAB
KIt Kebuntingan ini juga berguna dalam program SIWAB karena mampu mendeteksi tingkat kebuntingan kurang dari satu bulan, sehingga dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi program IB, serta membantu manajemen ternak secara ekonomis. .
Tri mengungkapkan, kit kebuntingan ini mudah digunakan oleh para inseminator atau petugas peternakan di lapang.
“Secara visual reaksinya akan memunculkan warna ungu atau kegelapan di membran Kit. Ini dipastikan sapi yang diujicoba tengah bunting,” ucapnya.
Dalam kit, menurut pria yang menyelesaikan program pendidikan S2 di Universiti Putra Malaysia, sudah tersedia test kit dan empat jenis pereaksi yang praktis untuk digunakan.
Penggunaan Kit deteksi dini kebuntingan sapi, prosesnya sama seperti penggunaan tespek untuk kehamilan manusia.
Urine sapi cukup ditempatkan pada gelas atau tempat, kemudian cukup mencelupkan Kit dalam gelas. Maka dalam hitungan menit, apabila sapi bunting, akan muncul warna ungu atau kegelapan pada membran Kit.
“Untuk pendeteksiannya, para petugas di lapang cukup menggunakan 0,5 ml urin sapi yang telah diiseminasi lebih dari satu minggu. Hasil deteksi dapat terlihat dalam waktu 30-45 menit setelah reaksi dengan tingkat akuasi mencapai 90 persen,” katanya.
Ia yakin dengan tool kit deteksi dini kebuntingan sapi ini, bisa menjadi salah satu teknologi untuk mendukung program percepatan populasi sapi nasional, melalui optimalisasi reproduksi sapi betina produktif. Sehingga target swasembada daging sapi tahun 2026 dapat segera terealisasi.
“Kita bisa produksi kit generasi I dalam jumlah 5 juta kit. Ini diperoleh dari antibodi yang sudah diproduksi sebanyak 150 ML pekat yang bisa diencerkan dalam 1000 kali. Dalam 1 kit hanya butuh 3 mikrolit. Tapi kita tidak berhenti di sini, kami terus kembangkan generasi kedua Kit deteksi dini kebuntingan sapi ini, dengan waktu reaksi deteksi yang lebih cepat,” ujar Tri.
Ke depannya, Tri bersama tim peneliti tengah mempersiapkan kit generasi dua yang bisa mendeteksi kebuntingan sapi dalam waktu 10-15 menit. Pada tahap penelitian lanjutan, ia menyebutkan menggunakan nano teknologi.
“Pada Kit generasi II kita tidak menggunakan alkaline phosphatase, tapi menggunakan nano gold. Pada reaksi nano gold tidak membutuhkan reaksi enzimatis dan tidak perlu menggunakan konjugat. Hanya melekat pada antibodinya,” terangnya.
Lebih jauh Tri menerangkan, secara reaksi Kit generasi dua hanya terdiri dari unsur protein dan antibodi yang sudah dilekatkan nano gold.
Anti bodi yang melekat protein dalam jumlah banyak akan mengubah warna membran Kit menjadi pink.
“Kita sudah ujicobakan. Tapi masih harus kita optimasikan kembali, ini untuk memastikan reaksinya clear dan optimasi masa simpan,” ungkap Tri.
Karena, menurut Tri masa simpan antibodi dengan nano gold pada Kit generasi kedua sangat mudah pudar. Khawatir dalam masa penyimpanan yang cukup lama akan mengurangi akurasi deteksi saat digunakan.
“Ketepatan akurasi Kit generasi II sudah di atas 90 persen. Jadi kami terus sempurnakan untuk masa simpannya,” pungkasnya.