Thursday, 06 August 2020


Bimtek Bioindustri Padi, Buka Wawasan Petani Milenial di Karawang

11 Sep 2019, 17:56 WIBEditor : Gesha

Petani millenial di Karawang semangat mengikuti pelatihan olahan padi | Sumber Foto:HUMAS BBPASCAPANEN

TABLOIDSINARTANI.COM, Karawang --- Padi yang selama ini hanya diolah menjadi beras ternyata memiliki beragam nilai tambah yang bisa diolah petani. Karenanya, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian (BB Pascapanen) melatih puluhan petani milenial agar semakin terbuka wawasannya.

"Petani milenial itu tidak harus yang masih muda, yang penting jiwanya milenial. Artinya petani yang selalu mau belajar demi kemajuan pertaniannya," tutur Kepala Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian, Prayudi Syamsuri pada kesempatan membuka Bimtek Gerakan Petani Milenial: Bioindustri Padi di Karawang, Rabu (11/9)

Acara bimtek tersebut dilaksanakan selama 2 hari di kantor Laboratorium Mutu Beras, BB Pascapanen Karawang. Dihadiri oleh lebih dari 50 orang petani dari 4 desa yang ada di kabupaten Karawang yakni desa Medangasem, Ciptamarga, Kertajaya, dan Jayamakmur.

"Bimtek bertujuan untuk menciptakan petani profesional melalui bimbingan teknis (bimtek) di sektor pertanian khususnya tentang bioindustri padi," ujar Kepala Seksi Pendayagunaan Hasil Penelitian (PHP), Lina Marlina.

Adapun materi yang disampaikan narasumber pada acara bimtek meliputi pengolahan bekatul (Ira Mulyawanti) untuk dibuat menjadi berbagai produk makanan fungsional seperti kukis, roti donat, brownies, minuman bekatul, serta cara membuat stabilisasi bekatul agar tahan lama dan tidak bau tengik.

Selanjutnya materi tentang pembuatan biopestisida dari asap cair sekam padi (Hernani), Pembuatan biosilika sebagai pupuk alami dari sekam padi diberikan (Nurdi Setyawan) dan pengolahan padi dengan penggilingan padi modern atau Rice Milling Unit (Ridwan Rahmat). Para peserta bimtek tidak hanya mendapat teori namun langsung praktek bagaimana cara membuat semua produk tersebut.

Disamping materi pengolahan dan penanganan bioindustri padi, peserta juga mendapatkan materi tentang motivasi bagaimana menciptakan inovasi-inovasi dibidang pertanian dari Kepala Dinas Pertanian Kab. Karawang, Ir. Hanafi, MM.

Diharapkan peserta bimtek yang mayoritas petani padi di Kabupaten Karawang terus semangat dan mau melakukan inovasi untuk kemajuan pertanian dan kesejahteraan petani.

Untuk diketahui, di tahun depan desa Kertajaya akan dijadikan obyek wisata oleh karena itu diharapkan dengan adanya bimtek ini nanti petani dan KWT dapat menghasilkan olahan pertanian. Untuk pemasarannya akan disediakan outlet oleh Pemda.

Salah satu pesarta, Ketua gapoktan setempat, Rahmat mengatakan dirinya sangat berterima kasih kepada Kementerian Pertanian yang sudah menyelanggarakan acara ini. "Kami yang awalnya menganggap bekatul sebagai sampah ternyata bisa diolah menjadi pangan fungsional. Ini bisa jadi prospek yang baik untuk para KWT di Karawang," ujar Rahmat.

Pada kesempatan Bimtek Gerakan Petani Milenial, juga diselenggarakan mini display (pameran mini) yang menampilkan produk2 hasil inovasi badan litbang pertanian seperti biosilika, biopestisida dari asap cair sekam padi, beras premium, tepung beras, bekatul dan produk olahannya, rice brand oil, serta briket sekam padi.

Reporter : LM
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018