Thursday, 02 April 2020


Mentan Inginkan Setiap Provinsi Ada Percontohan Integrasi Bisnis Ayam Kampung

03 Nov 2019, 05:45 WIBEditor : Ahmad Soim

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo | Sumber Foto:Ahmad Soim

TABLOIDSINARTANI.COM, Konsel – Menteri Pertanian Syahrul YL mengatakan teknologi pertanian di Indonesia sudah banyak tersedia.  Untuk memajukan pertanian, mandiri dan modern yang kurang adalah gebrakannya di lapangan. “Pertanian Indonesia harus lebih maju, mandiri dan modern,” tambahnya saat membuka peringatan Hari Pangan Sedunia ke-39 Tahun 2019 di Konawe Selatan Sultra (2/11).

Di antara yang disebut  Mentan Syahrul YL adalah mengembangkan bisnis ayam kampung terintegrasi yang menyejahterakan para peternak. “Setiap provinsi perlu ada percontohan integrasi bisnis ayam kampung yang menggerakkan para peternak,” jelasnya.

Pengembangan integrasi bisnis ayam kampung milik peternak itu menurutnya dimulai dari mengadakan pabrik produksi Day Old Chick (DOC) ayam kampung di setiap provinsi. DOC tersebut diternakkan peternak di desa-desa. Dan ada yang untuk diambil telurnya. “Dia bisa menghasilkan telur 180 butir per tahun,” urainya.

Selanjutnya ayam kampung petelur itu diafkir, dan dagingnya diolah menjadi nugget yang dikelola secara maju, mandiri dan modern. “Dengan demikian, integrasi bisnis ayam kampung ini, memerlukan pabrik pakan ayam kampung, dan memerlukan produksi jagung. Kita perlu mengembangkan budidaya jagung lebih luas lagi,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Mentan Syahrul YL langsung meminta Gubernur Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan dan Kalimantan Utara untuk berunding dengan Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan membuat percontohan di tiga provinsi tersebut.

Reporter : Som
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018