Sunday, 24 October 2021


Alokasi Vaksin Rabies untuk Wilayah Resiko Tinggi

08 Oct 2021, 14:38 WIBEditor : Yulianto

Peringatan Hari Rabies Sedunia berlangsung di Surabaya | Sumber Foto:Humas Ditjen PKH

TABLOIDSINARTANI.COM, Surabaya---Penanganan rabies hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah. Untuk pengendalian dan pemberantasan penyakit tersebut, Kementerian pertanian telah mengalokasikan vaksin dan operasional pengendalian rabies, khususnya untuk wilayah tertular dengan risiko tinggi.

"Untuk daerah tertular risiko tinggi, kita upayakan alokasi vaksin sebanyak 70 persen populasi hewan penular rabies. Sedangkan untuk daerah risiko rendah dan bebas, alokasi vaksin cukup untuk vaksinasi tertarget dan vaksinasi darurat," kata Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), Nasrullah saat Hari Rabies Sedunia yang berlangsung di Surabaya, Jumat (8/10).

Nasrullah berharap pemerintah daerah untuk turut mendukung pelaksanaan program dengan mengisi kekurangan ketersediaan vaksin dan sumberdaya lain yang diperlukan. Dirjen PKH juga menyebutkan bahwa di Pusat, pihaknya sudah merangkul mitra kerja internasional seperti FAO, AIHSP dan USAID dalam pengendalian dan penanggulangan rabies. 

"Kerjasama dengan kementerian dan Lembaga sebenarnya sudah berjalan baik, khususnya dengan Kemenkes, KLHK dan Kemenko PMK, namun ini perlu terus dipertahankan dan diperkuat agar target Indonesia bebas rabies 2030 dapat tercapai," katanya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, Hadi Sulistyo menyampaikan terimakasih sekaligus apresiasi terhadap jajaran Kementan yang memberi perhatian khusus terhadap kondisi dan kesehatan hewan melalui peluncuran vaksin yang kini telah bersertifikat.

"Dan kita tahu bahwa flu burung atau penyakit flu babi telah mengakibatkan kematian yang tinggi khususnya di Indonesia. Sampai saat ini baru ada vaksin yang dibuat negara selama lebih dari 50 tahun. Alhamdulillah kementan berhasil mendapatkan serum semacam antibody yang akan diberikan ke ternak-ternak babi yang sehat agar tidak terjangkit penyakit ASF,"  katanya.

Pada peringatan Hari Rabies Sedunia, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo meluncurkan tiga vaksin hewan. Pertama, vaksin Neo Rabivet yang sudah terintegrasi, terverifikasi dan memenuhi persyaratan CPOHB. Kedua,vaksin Afluvet HiLow yang merupakan vaksin kombinasi antara H5N1 dan H9N2. Ketiga, serum Scovet ASF yang merupakan produk biologis berupa serum konvalescen African Swine Fever dari babi yang sembuh dari penyakit ASF.

Reporter : Julian
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018