Monday, 08 August 2022


Biosecurity, Benteng Pertama Unggas dari Penyakit

06 Dec 2021, 16:54 WIBEditor : Gesha

Prinsip Sanitasi Kandang | Sumber Foto:ISTIMEWA

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta ---  Guna mengendalikan dampak penyakit yang terjadi dari kondisi La Nina maupun kondisi ekstrim lainnya, biosecurity jadi benteng terdepan pencegahan dan pengendalian.

Menghadapi musim hujan ditambah dengan adanya La Nina yang membuat intensitas hujan semakin besar tahun ini, peternak diharapkan lebih memperhatikan hewan ternaknya dan mewaspadai sejumlah penyakit yang bisa menyerang.

Medik Veteriner Balai Penelitian Peternakan (Balitnak), Ciawi, drh. Triwardhani Cahyaningsih M.Si mengatakan, iklim akan mempengaruhi penyebaran penyakit, sedangkan kondisi cuaca mempengaruhi waktu terjadinya wabah. Karena itu, kesehatan unggas dapat dipengaruhi perubahan iklim, baik cuaca panas maupun kejadian cuaca ekstrem.  “Kondisi tersebut dapat memunculkan penyakit baru maupun penyakit lama muncul kembali,” katanya.

Baca Juga : 

Unggas Tetap Sehat saat La Nina Datang

Hadapi La Nina, Ini Saran untuk Peternak Unggas

Ini Cara Peternak Unggas Milenial Menghadapi La Nina

Saat La Nina, menurut Triwardhani, beberapa penyakit yang disebabkan bakteri, virus dan parasit muncul. Untuk itu tindakan biosecurity di peternakan menjadi pertahanan pertama dalam pengendalian wabah. “Untuk mencegah semua kemungkinan penularan/kontak dengan ternak tertular, sehingga rantai penyebaran penyakit dapat diminimalkan,” tuturnya.

Pada dasarnya setiap makhluk hidup, termasuk ayam, memiliki sistem pertahanan tubuh alami. Namun, sebagai peternak juga harus mengembangkan sistem pertahanan di luar tubuh ayam. Jika ayam sakit menunjukkan bahwa terjadi ketidakseimbangan antara bibit penyakit, lingkungan dan ayam itu sendiri.

Hal ini bisa terjadi karena meningkatnya jumlah bibit penyakit di lingkungan atau menurunnya daya tahan tubuh ayam akibat perubahan lingkungan seperti perubahan cuaca yang ekstrem. Maka untuk meminimalkan jumlah bibit penyakit dan mencegah ayam terinfeksi, peternak harus dapat menerapkan biosecurity secara optimal sebagai sistem perlindungan dari luar.

Prinsip Sanitasi

Drh. Triwardhani Cahyaningsih M.Si mengatakan, dalam penerapan biosecurity, peternak unggas tidak perlu pusing kepala dengan ongkos yang harus dikeluarkan. Penerapan biosecurity yang paling umum dilakukan peternak adalah sanitasi kandang dengan menyemprot desinfektan. “Tidak perlu mahal, yang terpenting konsepnya melindungi peternakan, misalnya dengan desinfektan,” sebutnya.

Satu kesalahan yang sering terjadi adalah pekerja bebas keluar masuk kandang tanpa melewati kegiatan sanitasi terlebih dahulu. Bahkan kadang peternak justru tidak menyediakan bak pencelup alas kaki di depan kandang, atau ada bak pencelup tapi tidak ada cairan desinfektannya atau cairan desinfektan tidak pernah diganti.

Kegiatan sanitasi sederhana yang dapat dilakukan yaitu mengganti alas kaki khusus untuk ke kandang, menggunakan baju khusus untuk bekerja di kandang, menyikat dan mencelupkan alas kaki di bak desinfektan, serta semprot baju dengan desinfektan.

Pembersihan, pencucian dan penyemprotan kandang serta peralatan kandang menggunakan desinfektan setelah panen/afkir, wajib dilakukan oleh peternak untuk mencegah ayam berikutnya terkena penyakit. Lakukan pencucian tempat minum dan tempat pakan secara rutin 2 kali sehari, serta didesinfeksi dengan merendamnya (bukan hanya dilap)

Termasuk melakukan manajemen pemeliharaan yang baik, meliputi tata laksana brooding, tata laksana ransum dan air minum, memperhatikan kualitas litter, melakukan penanganan bangkai dan feses ayam dengan tepat, serta mengatur kepadatan kandang dengan optimal. Selalu Desinfeksi litter/sekam sebelum disebar dalam kandang untuk membasmi bibit penyakit apabila ada yang menempel di litter tersebut.

Memberantas lalat, kumbang, kutu Franky dan serangga lainnya dengan insektisida.  Basmi tikus yang sering berkeliaran di kandang dan gudang pakan.

Air di peternakan harus didesinfeksi dengan antiseptik atau kaporit (12-20 gram tiap 1.000 liter air). Khusus air minum yang dicampur dengan desinfektan/kaporit, setelah diendapkan minimal 8 jam baru bisa digunakan untuk melarutkan obat/vitamin

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018