Saturday, 29 January 2022


Hadapi La Nina, Ini Saran untuk Peternak Unggas

03 Dec 2021, 11:11 WIBEditor : Yulianto

Sugeng Wahyudi saat di kandangnya | Sumber Foto:Dok. Sugeng

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakatya---Prediksi BMKG mengenai fenomena La Nina di penghujung tahun 2021 hingga awal tahun 2022 akan mengakibatkan curah hujan tinggi, sehingga berpotensi mengganggu hasil produksi budidaya ternak, baik telur maupun daging ayam.

Suhu udara dingin dengan kelembaban tinggi pada lingkungan pemeliharaan (kandang)  juga akan meningkatkan resiko penularan penyakit seperti, ND Gumboro, Avian Influenza, Korisa dan IB.

Bagaimana caranya agar ternak tetap sehat saat La Nina datang? “Peternak harus sigap  dan cepat dalam mengantisipasi tantangan eksternal berupa gangguan cuaca ekstrim La Nina dengan berbagai langkah preventif, kata Sugeng Wahyudi, Sekretaris Jenderal Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN) pada webinar Antisipasi Dampak La Nina di Peternakan Unggas yang diselenggarakan Tabloid Sinar Tani Rabu (1/12).

Sebenarnya peternak dianjurkan untuk memelihara ternaknya dalam kandang closed house agar produksi yang dihasilkan lebih maksimal. Salah satu nilai tambah yang didapat peternak menggunakan closed house adalah ternak akan terhindar dari perubahan cuaca yang ekstrim. Dengan pemeliharaan closed house, peternak akan lebih mudah mengatur suhu dan kelembaban  kandang.  

Sugeng menambahkan, pengembangan ayam broiler yang memakan waktu 1 – 1.5 bulan mensyaratkan peternak supaya jeli dan sempurna dalam mengoperasionalisasikan kandang. Pada kandang tertutup penambahan pemanas diperlukan untuk manipulasi suhu kandang dengan durasi yang disesuaikan mengikuti cuaca luar. Jika di luar hujan terus-menerus seharian, pemanas harus hidup minimal selama 15 jam.

Saran untuk Peternakan Open House

Nah, bagaimana dengan peternak yang hanya mampu membangun kandang terbuka (open house)? Sugeng menyarankan perlu dilakukan penambahan tirai pelindung guna mengurangi cuaca dingin diluar. Penggunaan kipas juga diperlukan untuk mengusir hawa panas di dalam kandang, sehingga sirkulasi dan perputaran udara di kandang menjadi baik dan suhu menjadi normal kembali.

Pengaturan suhu dan kelembaban menjadi penting. Jika tingkat kelembaban kandang melebihi ambang 70–80 persen bisa berakibat buruk bagi pertumbuhan ayam. Bahkan mengganggu saluran pernafasan karena tingginya kandungan air di udara,” tuturnya.

Selain berpotensi mengganggu pernafasan dan kesehatan ayam, Sugeng juga mengingatkan, lingkungan kandang yang lembab merupakan kondisi ideal untuk tumbuh dan berkembangnya bakteri, virus, parasit dan jamur. “Kondisi itu membuat ayam menjadi rentan terhadap serangan penyakit,” tegasnya.

Hal penting lainnya yang perlu diwaspadai ketika memasuki musim hujan tinggi menurut Sugeng adalah terjadinya penurunan kualitas air untuk minum ternak akibat sumber air yang tercemar disebabkan lumpur dan material lain yang terbawa air hujan. Air yang tercemar bisa membawa bakteri E coli yang sangat berbahaya bagi kesehatan pencernaan ayam.

Selain menjaga kelembaban dan suhu, peternak juga harus menjaga stok pakan? Seperti apa, baca halaman selanjutnya. 

 

Reporter : Iqbal
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018