Monday, 08 August 2022


Ini Dia Jenis Itik Petelur Unggulan Rekomendasi Kementan

07 Dec 2021, 16:24 WIBEditor : Gesha

Itik Master | Sumber Foto:ISTIMEWA

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Usaha ternak itik mempunyai potensi yang besar untuk dikembangkan sebagai suatu kegiatan komersial yang dapat diandalkan sebagai sumber pendapatan utama ataupun tambahan bagi keluarga petani. Lantas, jenis itik, khususnya jenis petelur apa saja yang unggul dari rekomendasi Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementan?

Bagi peternak pemula, sebelum memulai usaha ada baiknya mengetahui terlebih dahulu jenisjenis usaha itik yang bisa dilakukan. Produk utama usaha ternak itik adalah usaha telur itik untuk konsumsi (peternak plasma), usaha daging itik (peternak plasma) dan usaha Day Old Duckling (DOD) di tingkat petani inti. Semua usaha ini akan menguntungkan jika dilakukan dengan sistem pemeliharaan semi intensif atau instensif.

Sebelum memulai usaha perlu juga diketahui bibit itik petelur dan pedaging. Untuk itik pedaging memiliki ciri-ciri pertumbuhan cepat, bobot badan besar, bentuk badan bulat, dada dan paha besar, dagingnya banyak dan produksi telurnya rendah. Contoh pedaging ini adalah itik Peking dan itik Pmp. Sedangkan untuk itik petelur, ciricirinya adalah pertumbuhan lambat, bobot badan sedang, bentuk badan tinggi, tulang lebih banyak daripada daging dan produksi telur tinggi. Contoh itik ini adalah semua itik lokal.

Saat ini teknologi pemuliaan benih sudah begitu maju sehingga telah didapat bibit-bibit itik yang unggul. Dari rumpun itik Mojosari setelah dilakukan seleksi dan proses pemuliaan telah berhasil dikembangkan galur baru yang unggul dengan nama Galur Mojomaster-1 Agrinak. Dari rumpun itik Alabio yang telah melalui seleksi dan proses pemuliaan ditemukan Galur Alabimaster-1 Agrinak.

Pada tingkat peternak inti telah berhasil juga dilakukan perkawinan antara Mojomaster-1 Agrinak dengan Alabimaster-1 Agrinak yang menghasilkan bibit induk Hibrida Master (petelur unggul). Penggunaan itik hibrida ‘MASTER’ ini memang dimaksudkan sebagai bibit niaga (final stock) karena memang tidak untuk dibibitkan lagi, karena secara genetis kalau hibrida ini dikawinkan lagi dengan sesamanya atau dengan tetuanya lagi akan menghasilkan keturunan yang produktivitasnya lebih rendah dan kehilangan keunggulannya. 

Itik ‘MASTER’ betina sebagai petelur dapat dipelihara dan masih menguntungkan sampai dengan 2 siklus produksi, dan setelah itu dapat dijual untuk dipotong dan diambil dagingnya. Itik ‘MASTER’ jantan sebagai hasil ikutan dari penetasan dapat digunakan sebagai itik potong karena pertumbuhannya yang relatif cepat, dengan bobot badan mencapai 1,4-1,6 kg pada umur 10 minggu, sehingga sangat potensial untuk dimanfaatkan sebagai penghasil daging, walaupun sebetulnya bukan itik jenis pedaging. Tingkat pertumbuhan itik hibrida jantan ini mirip dengan salah satu tetuanya yaitu itik Alabio, tapi jauh lebih baik dari itik Mojosari atau jenis itik yang lain.

Secara umum, itik dapat hidup dan dipelihara di wilayah manapun di Indonesia, dari dataran rendah sampai dataran tinggi, namun yang menjadi penentu penting biasanya adalah sumber bahan pakan yang tersedia sehingga selama ini itik banyak dipelihara di dataran rendah berdekatan dengan daerah pertanaman padi sebagai sumber dedak atau pesisir dengan sumber ikan segarnya.

Keunggulan Itik ‘MASTER betina sebagai itik petelur dan Itik ‘MASTER’ jantan sebagai itik potong telah banyak diminati oleh para peternak sehingga permintaan akan bibit itik tersebut senantiasa meningkat terus. Akan tetapi, sejauh ini belum banyak investor yang berminat untuk menjadi pembibit yang dapat menghasilkan itik hibrida ini secara komersial dalam jumlah banyak.

Pada tahun 2009 Balitnak membina peternak itik tertentu untuk menjadi penghasil bibit itik hibrida ini, masing-masing seorang peternak di Karawang (Jabar), Temanggung (Jateng), Jombang (Jatim), dan Martapura (Kalsel), dan mereka diharapkan sudah mulai berproduksi saat ini. Pemasaran itik hibrida ‘MASTER’ sudah mencapai hampir seluruh wilayah Indonesia mulai dari Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, seluruh Jawa, Kalimantan, Sulawesi Utara, Lombok, dan Papua.

Reporter : Nattasya
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018