Friday, 06 March 2026


Pemerintah Sulap 500 Ha Lahan Transmigrasi Jadi Kawasan Industri Peternakan

18 May 2025, 20:32 WIBEditor : Herman

Pemerintah Siapkan Lahan Transmigrasi Jadi Kawasandustri Industri Peternakan

TABLOIDSINARTANI.COM, akarta – Pemerintah bergerak cepat membangun fondasi kemandirian pangan nasional berbasis daging dan susu.

Dalam langkah strategis lintas kementerian, lahan transmigrasi yang selama ini kurang dimanfaatkan akan diubah menjadi kawasan industri peternakan modern dan terintegrasi.

Langkah ini disepakati dalam pertemuan lintas sektor yang digelar di Kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Jakarta.

Menteri Transmigrasi, Iftitah Sulaiman, menyampaikan bahwa pemerintah siap mengalokasikan ratusan ribu hektar lahan transmigrasi untuk mendukung pembangunan ekosistem peternakan nasional.

"Dari total 3,1 juta hektar Hak Pengelolaan Lahan (HPL) transmigrasi yang kami kelola, sekitar 525.000 hektar siap digunakan untuk pengembangan kawasan industri peternakan,” ujar Iftitah.

Namun, ada yang berbeda kali ini. Jika sebelumnya lahan dibagikan kepada individu, kini pemerintah mengusung konsep korporasi masyarakat melalui skema Kerja Sama Usaha Inklusif (KSUI).

Artinya, masyarakat akan memiliki saham atas lahan dan terlibat langsung dalam kemitraan dengan investor.

"Model ini jauh lebih adil dan berkelanjutan. Masyarakat jadi bagian dari sistem, bukan sekadar penonton,” tambahnya.

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, Todotua Pasaribu, menekankan bahwa kawasan industri peternakan ini akan mengintegrasikan seluruh rantai pasok dari peternakan sapi potong dan perah hingga ke industri pengolahan daging dan susu.

"Ini akan menjadi tulang punggung ekosistem pangan nasional, sekaligus menopang program prioritas pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG),” katanya.

Saat ini, Indonesia masih sangat bergantung pada impor daging sapi dan susu.

Padahal, menurut pemerintah, potensi dalam negeri, baik lahan, tenaga kerja, maupun pasarnya sangat melimpah.

Sebagai langkah awal, Kementerian Pertanian menyiapkan proyek percontohan di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, dengan memanfaatkan 10.000 hektar lahan transmigrasi untuk pengembangan peternakan sapi.

"Kami ingin menunjukkan bahwa Indonesia mampu menghasilkan daging dan susu sendiri, dimulai dari Sumba Timur,” kata Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda.

Proyek ini juga menggandeng mitra internasional. Salah satunya adalah Asia Beef, perusahaan asal Brasil yang terkenal dengan teknologi peternakan modern.

Direktur Asia Beef, James Jerry Huang, menyatakan optimismenya terhadap kolaborasi ini.

"Kami bangga bisa menjadi bagian dari inisiatif besar ini. Dengan sinergi teknologi dari Brasil dan semangat peternak lokal, saya yakin kita bisa memperkuat ketahanan pangan Indonesia,” ujar James.

Reporter : Rafi
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018