Tuesday, 16 June 2026


Jaga Ketersediaan, Kementan Susun Rencana Produksi Ayam Ras 2026

03 Oct 2025, 11:04 WIBEditor : Herman

Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) melakukan penilaian kesesuaian indikator persyaratan alokasi Grand Parent Stock (GPS)

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) tengah melakukan penilaian kesesuaian indikator persyaratan alokasi Grand Parent Stock (GPS) bagi para pelaku usaha perunggasan.

Hasil dari penilaian ini akan menjadi dasar penyusunan Rencana Produksi Nasional (RPN) ayam ras tahun 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Laut (BP2TL) Jagakarsa, Jakarta, ini dimulai pada Selasa (30/9) dan akan berakhir pada Jumat (3/10).

Penilaian dilakukan dengan mengacu pada Standar Operasional Prosedur (SOP) Penetapan RPN Ayam Ras yang dirancang untuk menjamin proses alokasi berjalan transparan, akuntabel, dan berbasis data.

Sebelum memasuki tahap desk review, Ditjen PKH terlebih dahulu menuntaskan sejumlah tahapan penting, mulai dari penyerahan berkas permohonan, penyusunan SOP dan rancangan RPN, pembahasan revisi prosedur alokasi GPS, hingga sosialisasi SOP kepada pelaku usaha.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, dalam sambutan tertulisnya menegaskan bahwa penyusunan RPN ayam ras merupakan salah satu instrumen strategis pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara ketersediaan bibit dengan kebutuhan nasional.

“Dengan mekanisme ini, Ditjen PKH ingin memastikan akses yang inklusif bagi seluruh pelaku usaha, memberikan kepastian berusaha, sekaligus menjaga stabilitas subsektor perunggasan nasional,” tegasnya.

Dalam industri perunggasan, GPS ayam ras pedaging maupun petelur memegang peran vital karena menjadi mata rantai paling awal.

Jumlah GPS yang tersedia harus sesuai dengan kebutuhan agar produksi ayam ras dapat terjaga seimbang dengan proyeksi konsumsi masyarakat.

Pengaturan pemasukan GPS tidak hanya berpengaruh pada pelaku usaha perbibitan, tetapi juga berdampak langsung terhadap ketersediaan daging ayam dan telur di pasaran.

Indikator penilaian Grand Parent Stock ayam ras pedaging meliputi aspek Perbibitan dan Produksi (40%), Kesehatan Masyarakat Veteriner (20%), Hilirisasi (20%), Kesehatan Hewan (10%), Pakan (7%), dan Sekretariat (3%). Sedangkan untuk ayam ras petelur, indikator difokuskan pada Perbibitan dan Produksi (60%) serta Sekretariat (40%).

Reporter : Desy
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018