Wednesday, 21 October 2026


Laporkan ke Presiden, Mentan Beberkan Program Besar Perkuat Peternakan Rakyat

21 Nov 2025, 10:03 WIBEditor : Herman

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan serangkaian capaian dan rencana strategis sektor pangan kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas di Istana Negara, Kamis (20/11).

Di antara berbagai agenda besar tersebut, penguatan sektor peternakan rakyat menjadi salah satu fokus utama pemerintah untuk menjaga keberlanjutan usaha jutaan peternak kecil di seluruh Indonesia.

Amran menjelaskan bahwa pemerintah tengah menyiapkan terobosan besar melalui pembangunan pabrik pakan dan fasilitas produksi DOC (day old chick) yang tersebar di 12 titik pada tahap awal, disusul 18 titik tambahan di tahap berikutnya.

Proyek bernilai Rp20 triliun ini dirancang untuk menekan fluktuasi harga pakan, vaksin, dan obat-obatan, sekaligus memberi perlindungan bagi sekitar 3,7 juta peternak rakyat.

“Kami ingin membangun pabrik pakan dan memproduksi DOC untuk rakyat, agar harga pakan dan vaksin stabil. Ini dibangun khusus untuk peternak-peternak kecil,” ujar Amran.

Selain memperkuat sarana produksi, pemerintah juga menyiapkan regulasi baru untuk menjaga kestabilan harga komoditas peternakan.

Amran menyebutkan bahwa skema HPP (Harga Pokok Penjualan) dan HET (Harga Eceran Tertinggi) tengah disusun untuk jagung pakan, telur, dan komoditas terkait lainnya.

Langkah ini dinilai penting untuk mencegah gejolak harga yang selama ini sering membebani peternak kecil.

“Regulasi baru akan mengatur HPP dan HET agar harga tidak mudah berfluktuasi. Ini sangat penting untuk keberlanjutan peternakan rakyat,” lanjutnya.

Di sisi lain, sektor pangan lain seperti perberasan dan jagung juga menunjukkan tren positif. Pemerintah mencatat stok beras akhir tahun diperkirakan mencapai 3 juta ton, angka tertinggi dalam sejarah.

Untuk mengantisipasi panen raya Februari 2026, pemerintah tengah menambah kapasitas penyimpanan dan membangun Rice Milling Unit (RMU) baru dengan anggaran Rp5 triliun.

Menurut Amran, produksi jagung juga terus membaik hingga memungkinkan pengurangan impor secara signifikan. Jika tren ini bertahan, Indonesia menargetkan berhenti mengimpor jagung pada tahun depan.

“Produksi beras dan jagung kita baik. Impor beras sudah dihentikan, dan kita berharap jagung menyusul tahun depan. Bahkan kalau produksi terus naik, bukan tidak mungkin kita bisa ekspor ke depan,” kata Amran.

Reporter : Eko
Sumber : Humas Kementan
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018