Monday, 16 February 2026


Pemerintah Perpanjang Program SPHP Jagung hingga Januari 2026

04 Dec 2025, 15:51 WIBEditor : Herman

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman dan enko Pangan Zulkifli Hasan dalam Rapat Koordinasi Terbatas di Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa (2/12).

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Pemerintah resmi memperpanjang Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung pakan bagi peternak layer mandiri hingga akhir Januari 2026.

Keputusan ini diambil sebagai langkah antisipasi potensi kenaikan harga telur dan daging ayam menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Tahap pertama SPHP jagung telah dinyatakan rampung. Hingga 15 November, realisasi penyaluran mencapai 51,2 ribu ton dari target 52,4 ribu ton. Program ini menyasar 3.578 peternak ayam ras petelur di 17 provinsi.

Meski tahap awal telah selesai, pemerintah memutuskan melanjutkan program karena stok Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) di Perum Bulog masih mencukupi, yakni sekitar 43 ribu ton per awal Desember. Selain itu, sejumlah asosiasi peternak mengajukan permintaan agar SPHP diteruskan.

“SPHP diperpanjang karena stok jagung masih ada. Pokoknya sesuai arahan Pak Menko Pangan, kita siap salurkan. Daerah mana pun yang meminta, kapan pun butuh, kita layani,” ujar Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, usai Rapat Koordinasi Terbatas di Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa (2/12).

Permintaan perpanjangan program datang dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah seperti Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalimantan Barat serta Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Sulawesi Tenggara, hingga sejumlah koperasi peternak seperti Koperasi Pinsar Unggas Nasional Sejahtera, Koperasi Satwa Karya Mandiri, dan beberapa koperasi peternak di Blitar.

Bapanas memperkirakan kebutuhan anggaran untuk melanjutkan SPHP tahap dua—dengan memanfaatkan sekitar 42 ribu ton CJP, mencapai Rp 63,1 miliar. Anggaran ini kemungkinan diusulkan melalui mekanisme Anggaran Belanja Tambahan (ABT) ke Kementerian Keuangan.

Amran menegaskan, SPHP jagung hanya salah satu instrumen stabilisasi harga. Pemerintah tengah menyiapkan langkah jangka panjang untuk membuat ekosistem perunggasan lebih stabil, termasuk pembangunan pabrik pakan (feed mill) dan produksi DOC oleh negara.

“Kalau harga DOC naik, semua ikut naik, ayam dan telur pasti terdampak. Maka harus ada solusi permanen. Presiden sudah menyampaikan, kita bangun feed mill dan produksi DOC agar harga tidak naik turun,” jelasnya.

Saat ini, rerata harga jagung di tingkat peternak tercatat Rp 6.851 per kg pada 2 Desember, turun tipis 0,15 persen dibanding sepekan sebelumnya.

Menteri Perdagangan Budi Santoso juga mendukung perpanjangan SPHP jagung. Menurutnya, ketersediaan jagung pakan sangat menentukan stabilitas harga telur dan ayam menjelang Nataru. “Kami setuju SPHP dilanjutkan agar harga kedua komoditas itu tetap stabil,” ujarnya.

Pada periode yang sama, harga telur berada di kisaran Rp 30.846 per kg, sedangkan daging ayam Rp 38.976 per kg. Meski cenderung berfluktuasi, pergerakannya masih dalam batas wajar.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada November 2025, kedua komoditas tersebut justru mengalami deflasi, telur turun 0,65 persen dan daging ayam turun 1,80 persen, menjadikannya penyumbang utama penahan inflasi bulan tersebut.

Reporter : Desi
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018