Jumat, 16 Januari 2026


Dukung Hilirisasi Ayam Terintegrasi, Jawa Timur Disiapkan Jadi Sentra Bibit

30 Des 2025, 13:56 WIBEditor : Herman

Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Nuryani Zainuddin saat meninjau lokasi kandang GPS di Kabupaten Malang, Jawa Timur,

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Malang --- Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat sektor perunggasan nasional dengan menjadikan hilirisasi ayam terintegrasi sebagai salah satu agenda utama ketahanan pangan dan pengembangan perbibitan ternak. Program ini dirancang untuk membangun rantai usaha unggas yang saling terhubung dari hulu hingga hilir.

Rantai terintegrasi tersebut mencakup pembangunan fasilitas Grand Parent Stock (GPS), pabrik pakan, Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU), hingga distribusi produk olahan yang menyasar konsumsi rumah tangga dan mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Nuryani Zainuddin, menegaskan bahwa pembangunan kandang GPS menjadi langkah strategis untuk memperkuat kemandirian perbibitan ayam nasional.

“Pengembangan Grand Parent Stock ini sangat penting untuk menjaga keberlanjutan dan ketahanan industri perunggasan nasional. Berdasarkan hasil survei, Kabupaten Malang memiliki potensi yang sangat baik,” ujar Nuryani saat meninjau lokasi di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (26/12).

Melalui hilirisasi ayam terintegrasi, pemerintah berupaya memastikan pasokan bibit dan pakan lebih stabil, sekaligus membuka ruang kemitraan yang lebih kuat bagi peternak rakyat.

Dengan akses yang lebih terjamin terhadap DOC dan pakan, peternak diharapkan tidak lagi terjebak dalam fluktuasi pasokan dan harga yang selama ini kerap merugikan di tingkat kandang.

Tak hanya di sektor hulu, penguatan juga dilakukan di sisi hilir. Kehadiran RPHU serta fasilitas rantai dingin membuka peluang agar ayam tidak lagi dijual dalam kondisi hidup, melainkan diolah menjadi produk bernilai tambah. Langkah ini dinilai mampu meningkatkan marjin usaha peternak dan pelaku UMKM di sektor pangan.

Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak, Hary Suhada, menekankan pentingnya dukungan teknis dan kebijakan dari pemerintah daerah untuk memastikan program hilirisasi berjalan sesuai rencana.

“Dengan dukungan pemerintah daerah, kami optimistis seluruh tahapan persiapan dapat diselesaikan tepat waktu,” katanya.

Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN pangan, serta pelaku usaha diharapkan dapat melahirkan ekosistem unggas yang lebih efisien dan transparan.

Dengan demikian, manfaat pembangunan tidak hanya dinikmati oleh perusahaan besar, tetapi juga peternak kecil dan masyarakat sekitar.

Pemerintah Kabupaten Malang pun menyatakan komitmen penuh mendukung pengembangan ayam terintegrasi di wilayahnya. Bupati Malang, H.M. Sanusi, menegaskan kesiapan daerahnya untuk mengawal program tersebut.

“Pemerintah Kabupaten Malang sangat mendukung pengembangan ayam terintegrasi ini karena sejalan dengan penguatan ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya peternak. Kami siap memfasilitasi agar kegiatan ini berjalan lancar dan tepat waktu,” ujarnya.

Dengan penguatan rantai pasok dari GPS hingga produk olahan, pemerintah menargetkan pasokan ayam dan telur bagi pasar lokal serta program MBG semakin terjamin. Di saat yang sama, hilirisasi ayam diharapkan menjadi motor baru penggerak ekonomi perdesaan.

 

 

Reporter : Eko
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018