
Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Langkat bersama Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), inseminator, paramedik, dan medik, pada 22–23 April 2026 di Aula Gedun
TABLOIDSINARTANI.COM, Langkat — Upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor peternakan terus digencarkan. Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Langkat bersama Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), inseminator, paramedik, dan medik, pada 22–23 April 2026 di Aula Gedung PKK Kabupaten Langkat.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Langkat, Henry Tarigan, S.Pt., MMA, mengapresiasi tinggi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa Bimtek ini menjadi contoh kolaborasi yang baik karena tidak menggunakan anggaran pemerintah daerah (APBD), di tengah kondisi efisiensi anggaran yang sedang diterapkan pemerintah.
“Ini luar biasa. Perhiptani mampu menyelenggarakan kegiatan tanpa bergantung pada APBD. Ini patut menjadi contoh,” ujarnya.
Ketua DPW Perhiptani Sumatera Utara, Dr. A. Rifai Tambunan, MM, dalam sambutannya melalui video konferensi, menekankan pentingnya keberlanjutan kegiatan serupa di daerah dengan potensi peternakan tinggi.
Ia menyebut sejumlah wilayah seperti Deli Serdang, Serdang Bedagai, Simalungun, Batubara, dan Asahan sebagai daerah prioritas pengembangan.
Ia juga mengingatkan peserta untuk memanfaatkan Bimtek secara maksimal, mengingat kebutuhan protein hewani nasional terus meningkat, terutama untuk mendukung program pemerintah.
“Indonesia masih belum swasembada daging. Karena itu, peran saudara semua sangat penting dalam mendukung kebutuhan protein asal hewani,” tegasnya.
Dukungan terhadap program ini juga datang dari sektor swasta. General Manager PT Blue Sky Biotech, Anton Soerinto, menyampaikan komitmen perusahaannya dalam mendukung penyediaan obat-obatan hewan.
Sebagai perusahaan penanaman modal asing (PMA) asal Korea, pihaknya siap memperkuat kerja sama guna mendukung program swasembada pangan berkelanjutan yang ramah lingkungan.
“Kami akan memberikan kemudahan dalam akses obat-obatan hewan, terutama jika permintaan terus meningkat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Koperasi Konsumen Perhiptani Berkah Sejahtera (KKPBS) Sumatera Utara, Dr(c). Ir. Ridlwan Efendi Gultom, MSi, menjelaskan bahwa Bimtek ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, termasuk PT Blue Sky Biotech dan gagasan dari Ketua Yayasan Jagatara Infonesia Sehat, drh. Yuliadi Aruan, MHum.
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya fokus pada kesehatan hewan, tetapi juga peningkatan kapasitas inseminator dalam memberikan layanan reproduksi ternak, khususnya sapi.
“Keberhasilan inseminasi buatan sangat ditentukan oleh kesiapan sarana seperti semen (straw), nitrogen cair (N2), serta kualitas pelayanan. Semua harus tersedia dalam kondisi optimal,” jelasnya.
Ia menambahkan, KKPBS tengah mengembangkan sistem inseminasi swasta berbasis aplikasi untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi layanan. Dengan sistem ini, diharapkan tingkat keberhasilan kebuntingan sapi meningkat tanpa perlu pengulangan inseminasi.
“Peternak akan diuntungkan, populasi ternak meningkat, dan program swasembada daging semakin cepat tercapai,” tambahnya.

Bimtek dengan narasumber Drh. Jimmy Pangihutan Siregar dari PT Blue Sky Biotech ini ditutup dengan hasil positif. Tingginya antusiasme peserta terlihat dari meningkatnya permintaan terhadap obat-obatan hewan serta kebutuhan inseminator.
Ketua DPD Perhiptani Kabupaten Langkat, Sunarman, SST, yang juga anggota DPRD Langkat, berharap adanya kemudahan skema pembayaran dari pihak PT Blue Sky Biotech guna mendukung keberlanjutan program di lapangan.
Kegiatan ini diikuti sekitar 150 peserta dari Kabupaten Langkat dan Kota Binjai, serta dihadiri oleh jajaran pejabat Dinas Ketahanan Pangan, pengurus Perhiptani Sumatera Utara, dan pengurus tingkat kabupaten.
Dengan sinergi antara pemerintah, organisasi profesi, dan swasta, Bimtek ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat sektor peternakan dan mendorong terwujudnya swasembada pangan nasional.